Bab 79

1007 Kata

Ketika itulah baru aku tersentak. Kulihat wajah cantiknya yang sudah tidak tertutupi oleh kedua telapak tangannya. Saat itu aku bisa melihat keindahan dari makhluk Tuhan yang dinamai Shelania oleh kedua orang tuanya secara sempurna. Tak ada sedikitpun penghalang yang menghalangi pandanganku dari wajah cantik nan imutnya. "Katanya disuruh jangan romantis. Ya aku cuek aja, lah. Gimana, sih?" kataku. "Kan aku juga bilang kalau kamu gak boleh cuek. Gimana, sih?" balasnya. "Hmm ... Iya deh, maaf," kataku. "Kalau minta maaf bisa menyelesaikan segala masalah, maka penjara akan kosong, Niel," kata Shela. "Ya udah. Maunya gimana, nih?" tanyaku. "Ya gak gimana-gimana," jawabnya. Aku tanggapi saja ucapannya dengan sebuah senyuman. Aku begitu karena aku tidak tahu lagi bagaimana cara untuk mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN