Bab 78

1008 Kata

"Ayo Daniel. Masukin bolanya!" ucap Shela sambil terus berteriak. Aku cuma menggeleng-gelengkan kepala, kemudian melanjutkan permainan. Aku dibuat percaya akan kekuatan cinta di kala Shela memberiku semangat. Karena berkat itu, aku bisa memasukkan bola ke dalam gawang lawan. Saat itulah kulihat Shela yang berteriak kegirangan. Lagi-lagi aku cuma bisa geleng-geleng kepala. "Shela, kamu ngapain di sini?" Tak lama setelah itu, terdengar suara berat dari seorang lelaki yang aku tahu merupakan guru olahraga Shela. Dia mendatangi Shela dengan tatapannya yang menakutkan. Sialnya aku tak dapat mendengar percakapan mereka setelahnya karena aku harus kembali bermain bola. Yang kulihat terakhir kalinya adalah di mana telinga Shela dijewer oleh gurunya dan dibawa kembali untuk berkumpul bersama tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN