Bab 80

1003 Kata

Aku tahu siapa orang itu. Dia adalah Icha, sahabatnya Shela. Seorang gadis hebat yang aku kagumi gambarannya. Namun hubungannya denganku hanya sebatas saling mengenal saja. Aku dan dia tidak begitu dekat. Mungkin sifatku yang seperti itulah yang membuatku susah untuk dekat dengan orang lain. "Udah, Niel, abaikan saja! Dia itu agak-agak orangnya," kata Shela. "Hus. Jangan gitu! Dia kan sahabat kamu. Waktu dulu kamu pindah sekolah aja dia seperti orang yang kehilangan kebahagiaannya. Tiap hari murung dan bahkan sampai meminta tolong ke aku. Dia sangat sedih, lho, waktu kamu tinggalin dia," ucapku. Aku tidak mengada-ada. Aku bercerita apa adanya. Aku ingat betapa murungnya seorang Icha ketika Shela pergi meninggalkan dia. Wajar saja, tanpa adanya sahabat di sampingnya, tentu seperti ada ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN