Bab 63

1496 Kata

"Hahaha ... pinter banget buat alasan," kata Shela. Aku cuma tertawa kecil, kemudian turun dari motor Shela dan mengambil motorku sendiri. Aku betul-betul lupa kala itu. Lupa kalau motor yang aku naiki bersama Shela adalah motornya. Untungnya hanya ada aku dan dia saja di sana. "Minta disemangatin, nggak?" tanyanya. "Semangatin apa?" tanyaku balik. "Semangatin kerjanya," jawabnya. "Oh. Nggak usah deh," ucapku. "Lah. Kok gitu? Gak suka disemangatin pacarnya sendiri?" tanyanya. "Bukan gitu." "Terus apa? Udah ada cewek lain yang ngasih semangat?" tanyanya. "Huff ... Gue bukan mau main bola, Shel, yang perlu dikasih semangat supaya bisa menang. Gue cuma mau buat-buat kopi dan mengantarkannya ke para pembeli. Ya kali cuma gitu doang butuh penyemangat," ucapku panjang lebar. "Ya gak ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN