"Maaf, kamu siapa, ya?" tanyaku ke dia atas unsur bercanda. "Kakak lagi sakit. Nggak usah banyak bercanda, deh," kata Salsa. "Iya," kataku. "Nanti aku juga pulang agak pagi," katanya. "Mau bolos?" tanyaku. "Bukan, lah. Ya emang nanti pulangnya agak pagi. Jadi Kakak gak usah ngerjain pekerjaan rumah. Biar aku saja," katanya. Aku semakin mengerti tentang kehidupan kala itu. Segalanya memang butuh uang, tapi kebahagiaan tidak hanya diukur dengan uang saja. Mempunyai adik seperti Salsa saja sudah merupakan kebahagiaan yang luar biasa. Hari itu akhirnya aku benar-benar tidak masuk sekolah. Aku buat surat izin melalui ponselku dan kukirimkan ke nomor wali kelasku. Aku terbaring di tempat tidurku. Bapak juga ada di sana, sepanjang pagi hanya menunggui aku sembari bercakap-cakap tentang ban

