Bab 96

1005 Kata

"Dia sudah mau mengakui kesalahan. Itu artinya dia menyesal dengan apa yang dilakukannya di masa lalu. Kakak harusnya bisa berpikir lebih dewasa. Emosi itu wajar, Kak. Benci juga gak apa-apa. Tapi bisakah Kakak mengontrol diri sedikit?' ucapnya lagi. Aku masih saja diam. "Bayangkan saja kalau orang itu mati karena Kakak pukulin. Kakak bisa masuk penjara. Terus di akhirat juga bisa masuk neraka, Kak. Kakak sadar gak, sih?" "Dia memang kejam, tapi dia udah meminta maaf. Kita wajib lah memaafkan orang yang udah minta maaf. Pikirkan lagi, Kak. Hilangin dendam Kakak. Tidak ada balas dendam yang baik, Kak." Aku tidak bisa membuka suara lagi kala itu. Dua gadis cantik datang di waktu yang berbeda dengan tujuan untuk menceramahi aku. Itu adalah momen yang sangat langka. Aku mendengarkan saja a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN