Rasa belum bisa menerima masih berlanjut sampai di hari selanjutnya. Aku bahkan sampai harus menemui Kak Soni untuk meminta pendapat sekaligus mendapatkan pencerahan dari permasalahanku. Kala itu aku datang ke sana bersama Salsa, karena dia sendiri yang memaksa untuk ikut. Padahal sebenarnya, aku sudah melarangnya untuk ikut. "Daniel, ya?" ucapnya. "Iya, Kak." "Wih, tumben ngajak Salsa juga," ucapnya. "Iya nih. Maksa mau ikut. Padahal gak diajak," kataku. "Ya kan aku juga pengen ketemu Kak Soni," kata Salsa. "Hahaha ... Emang kakak kamu ini resek, Sa. Jangan didengerin!" ucap Kak Soni. Salsa pun tertawa. "Aku mau ngobrol sama Kak Soni, berdua saja," ucapku selanjutnya. "Dik, bisa keluar sebentar, nggak?" tanyaku ke Salsa. Sebenarnya, tidak masalah juga kalau Salsa mendengar apa ya

