Bab 99

1014 Kata

"Iya, dengar," jawabku. "Terus kalau sudah dengar, sekarang yang mesti lo lakuin itu apa?" tanyanya. "Nggak tahu, deh. Gue bingung," jawabku. "Ah, terserah lo deh. Yang penting gue udah ngingetin. Gue mau pulang dulu. Bye," katanya. Dia pun pergi dari hadapanku. Kubiarkan dirinya pergi. Saat itu, fokusku masih ke arah Shela yang sedang berbincang-bincang dengan para sahabatnya. Hatiku menginginkan untuk pergi menghampiri dia. Akan tetapi tubuhku terasa kaku untuk bergerak. Aku cuma terpaku di tempat yang sama sampai pada akhirnya aku tetap tak mampu untuk mendekat ke arahnya. Payah sekali memang. Seragu itu aku untuk mendekatinya. Karena sebuah kesalahanku sendiri, aku juga yang harus menerima dampaknya. Itulah aku waktu itu. Bisa dibilang pintar dalam hal pembelajaran, tapi bodoh dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN