"Bukan masalah maafnya. Kalau soal maaf, mau tidak mau saya juga akan tetap memaafkan. Tapi, apakah Paman bisa menuruti permintaanku?" tanyaku. "Apa? Sebutin aja! Apapun akan saya berikan," ucapnya meyakinkan. "Apa Paman bisa membuat ibu saya hidup kembali?" ucapku. Seketika itu juga dia langsung terdiam. Mana bisa ia membangkitkan kembali orang yang sudah tiada. Itu tentu adalah sebuah kemustahilan. Wajar saya kalau ia terdiam, tak menjawab dengan satu katapun perkataan ku itu. Jujur sebenarnya aku bertanya seperti itu juga dengan tujuan hanya untuk melihat reaksinya saja. Waktu itu aku juga tahu bahwa ibu tidak akan pernah bisa lagi kembali hidup di dunia yang fana ini. Lama sekali ia tak menjawab. Entah bingung atau apa. Masih saja aku tatap dirinya. Tajam sekali. Bagai mata elang y

