Bab 70

1008 Kata

Tangan kekar yang aku punya sudah aku kepalkan dengan begitu kuatnya dan siap menghantam wajah mereka satu persatu. Namun apa yang terjadi selanjutnya? Aku kembali melemaskan kepal tanganku itu dan kembali ke mode santai. Aku hembuskan napas pelan guna mengurangi amarah yang ada di dalam diriku. Kucoba untuk tenang, dan akhirnya aku bisa melakukannya. "Gue tahu, kejadian barusan adalah rencana lo berdua. Gue cuma mau nanya dan jawab dengan jujur. Atas dasar apa lo berdua melakukan itu? Atas alasan apa sampai kalian mau memfitnah gue?" tanyaku. "Nggak usah banyak bacot lo!" gertak Alwi. "Gue cuma nanya," ucapku. "Terus apa gue harus jawab pertanyaan dari sampah kayak lo?" tanyanya. Beruntungnya aku masih bisa menahan emosiku. Padahal jelas sekali kalau aku benar-benar sedang dalam kon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN