Langsung aku tajamkan mataku sebagai respon atas ucapan Pasha. Cemburu? Sepertinya iya. Aku juga tahu dia cuma bercanda. Tapi entah mengapa rasa cemburu itu terjadi secara refleks tanpa aku duga. Mungkin karena terlalu cinta ke dia, sampai aku selalu terbawa suasana ketika ada seseorang yang memperlihatkan diri suka kepadanya. "Hahaha ... Gue cuma bercanda, Niel. Jangan dianggap serius. Ya kali gue mau ngerebut Shela dari lo," kata Pasha. Aku cuma senyum. "Iya. Lo lebih pantes kalau sama Icha," ucapku. Sontak kedua manusia itupun saling pandang. Setelahnya, keduanya pun malu-malu. Sepertinya saat itu memang ada apa-apa di antara mereka. Hanya saja aku tidak mengetahuinya. Kalau memang iya, ya bagus. Itu berarti sudah tidak ada ancaman yang sangat serius lagi buatku. Karena aku tahu kala

