Tatapan mata yang aku benci dari orang-orang itu semuanya tertuju padaku. Tapi aku tidak peduli. Fokusku cuma ke sang guru olahraga ku saja. Bersyukurnya, aku diizinkan untuk pergi kala itu. "Iya. Jangan lama-lama!" katanya. "Iya, Pak," ucapku. Segera ku ikuti pergerakan mereka. Dari jauh, punggung mereka masih nampak oleh mataku. Benar saja, arahnya memang menuju ke toilet. Akan tetapi, sampai tiba waktunya mereka tiba-tiba berbelok arah, dan aku tahu itu adalah arah menuju ke kelas. Aku ikuti lagi mereka, tentunya dari jarak yang jauh. Letak kelas yang tak dapat lumayan jauh dari tempat kegiatan olahraga serta tempatnya yang sepertinya tak dapat terjangkau oleh mata membuatku tak begitu khawatir tentang jika pak guru olahraga ku melihatku pergi ke kelas. "Apa yang mau mereka lakukan

