Tak kujawab pertanyaannya. Aku berpikir kalau dia sedang memulai aktingnya. Jadi, untuk menghormati akting seorang aktris dadakan, aku pun harus menjadi aktor untuk lawan mainnya. Itulah yang aku pikirkan waktu itu. "Udah. Lumayan mahal juga ternyata, ya? Makan dua porsi sampai 60 ribu," ucapku. "60 ribu, Niel? Yang bener?" tanyanya. Mendadak raut wajahnya memperlihatkan keseriusannya. "Iya, Shel. Tapi gak apa-apa, lah. Sekali-kali," jawabku. Dia diam. Nampaknya saat itu ada yang ia pikirkan. Dan aku tidak tahu apa itu. Aku hanya bisa mengira bahwa kemungkinan terbesar dari apa yang ia pikirkan adalah tentang harga makanan yang baru saja kami makan. "Ya udah, Shel. Ayo pulang!" ajakku kemudian. "Sebentar, Niel," katanya. Hampir saja aktingku menciptakan momen memalukan buat Shela. S

