Bab 55

2005 Kata

Sore hari di hari berikutnya, aku datang berziarah ke makam ibuku bersama sang adik. Sebetulnya aku ingin pergi ke sana sendirian saja. Akan tetapi Salsa memaksa untuk ikut. Alhasil, mau tidak mau akupun menyetujuinya. Aku larang dia untuk ikut bukan berarti aku ingin membuat ia lupa pada ibunya. Ada alasan tersendiri kenapa aku melarangnya. Salah satunya adalah aku tidak mau dia berlarut-larut dalam bersedih selepas dia mengunjungi makam ibu. Aku tahu tentang dia. Setiap kali dia ingat ibu, maka air matanya akan menetes, tanda bahwa ia sedang sangat bersedih. Itulah yang tidak mau aku lihat dari dia. Tapi hari itu, lebih tepatnya di sore itu, dia telah memaksa untuk ikut aku berziarah ke makam ibu. "Ikut ya, Kak," ucapnya. "Perempuan gak boleh datang ke kuburan, Dik," ucapku. "Ah, pok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN