Hiroto menatap Jagi agak ngeri. “Jagi-san?” Jagi mengerjap. “Kalau kau tidak keberatan, mau ikut bersama?” tutur laki-laki itu yang tak menatap langsung ke mata lawan bicaranya. “Chiyo-senpai pasti ingin pergi melawan juga.” Wanita iblis itu masih mengerjap. Suaranya memang berbeda ... tapi kenapa aku membayangkan kalau Enma-sama yang tersipu-sipu begitu? ‘Aku juga mau pergi!’ kata Chiyo di dalam. Jagi memikirkannya matang-matang. “Baiklah, tapi aku yang akan pergi melawan. Bukan Chiyo. Aku ingin bergerak langsung di pertempuran,” tuturnya tersenyum jahat. Baru mereka hendak keluar dari ruangan Axel, tiba-tiba mereka berdua menegang merasakan hawa keberadaan yang kuat di atas. Tak memberi kesempatan, beberapa mobil jatuh dan menghancurkan bagian tengah markas. Majin menatap kerusakan

