"Mami tidak mengerti apa makna dari ucapan Mayang tadi malam." Rosita duduk di kursinya, sambil meletakkan satu set kunci di atas meja makan. Sontak saja Arin dan Fachri saling menoleh satu sama lain. Melihat kunci yang diletakkan Rosita tepat di hadapan mereka berdua. Bukan tersentak karena ucapannya. Mereka berdua sudah tahu kemana arah pembicaraan Mayang tadi malam, tentu saja bersikap seperti biasa untuk menutupi fakta yang ada. "Apapun itu Mami tidak mau tahu. Termasuk dengan itu." Menunjuk kunci yang tergeletak di meja. "Itu kunci rumah kalian. Untuk alamat, nanti akan Mami kirimkan. Dan tolong, untuk kali ini jangan lagi ada penolakan. Menunggu rumah yang dibangun Fachri selesai, akan membuat Via tidak betah tinggal di rusun." "Mami tahu darimana kami …" "Sudah. Jangan banyak b

