Bab 45

1149 Kata

"Ini aku pinjam dulu, ya," gumam Fachri. Mengambil laptop yang ada di pangkuan Arin, dan meletakkannya di atas meja yang ada di sudut kamar. Arin yang tengah membrowsing materi untuk kuliahnya, tentu saja tersentak. Melihat Fachri yang baru saja datang dan tanpa permisi mengambil laptop yang ada di pangkuannya. "Udahan dulu. Aku mau ini …" lirih Fachri. Duduk di samping Arin. Memeluknya dan menjadikan pahanya sebagai bantal. Sebagai tempat baginya untuk melepaskan rasa lelah, setelah seharian bekerja. Fachri yang tiba-tiba saja memeluknya tentu saja membuat Arin membeku seketika. Tidak pernah menyangka dosen yang selama ini ia kenal keras dan kaku bisa bersikap manja seperti sekarang. Datang dan memeluknya. Menunjukkan betapa ia rapuh jika tanpa dirinya. Sehingga Arin pun membiarka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN