Saat kendaraan siswa / i FORNIA terparkir, mobil tasya terparkir tepat disebelah mobil arka, tak menyianyakan peluang, tasya segera turun dari mobil dan menghampiri arka yang keluar dari mobilnya.
"Kak arka! Tunggu"
"Apa lagi? Nggak puas lo buat hari2 gue suram? Muak gue lama sekolah di sini" kalimat menuukan dari seorang tuan arka wijaya yang tak biasanya ia ucapkan.
"Tasya nggak maksud buat hari2 kak arka suram, tasya cuma mau balikin jaket kak arka yang kotor kemarin, ini udah tasya bersihin, tasya cuci sendiri" jelasnya dengan nada santai, ia memberikan jaket itu. Entah kenapa refleks arka menerima jaket itu, lalu tasya berjalan begitu saja meninggalkan arka.
Tumben nggak kayak Biasanya? Bekal mana? Apa dia marah? - batin arka tiba tiba berbicara seperti itu.
"Argggghhhh!" Frustasinya, kenapa tiba tiba ucapan gadis itu memutari otaknya.
Arka tak memilih masuk kelas, lalu memilih memilih tidur dirooftop yang sejuk.
"Si bocah wijaya mana belum datang jam segini?" Tanya ricky pada revan.
"Au ahh, udah bel juga"
"Heh? Dino, lo barusan diparkiran liat mobil arka ga?" Tanya revan pada dino wakil ketua kelas yang baru datang.
"Liat gue"
"Yaudah terima kasih ya, yok kii" ajak revan segera keluar dan rickyambil arah revan mengundangnya.
"Kamana coba bong?" Tanya ricky pada kecebong darat ini, siapa lagi kalau bukan revan.
"Kemana lagi kalau nggak di atap, tu si kecebong kan kalau lagi ga mood pasti belajar di atap dia" jelas revan hingga mereka sampai ke atap.
Setelah sampainya ricky dan revan di rooftop,terlihat arka sedang tertidur dengan wajahnya ditutupi jacket.
"Tumben lo sampe keluar main betah diatas" sindir ricky yang baru datang di rooftop.
"Udah dibalikin jacket mahalnya mas" ledek revan sambil menarik jacket yang menutupi wajah arka.
"Ganggu aja lo bedua" omel arka yang menegakkan tubuhnya dan menyandarkan didinding.
"Ngapain lo nongkrong diatas sendirian? Nggak ajak kita lagi" ambek ricky mengomel bak anak kecil yang tak kebagian es cream.
"Tau,kek nggak punya temen aja lo" jawab revan
"Lupa gue kalau punya teman" jawab arka santai sambil melempar dompetnya kearah revan dan ricky,lalu ia pergi kebawah menandakan ia mengajak makan kekantin.
Setiba mereka dikantin seperti biasanya arka,revan dan ricky mengambil tempat duduk di area stand ibu kantin itu agar mudah untuk mengambil apa yang kurang.
"Kaa! Dede emesh." Senggol ricky ke-lengan arka melihat tasya dkk menuju arah kantin,tapi kening arka sedikit berkerut melihat gadis itu tak memegang apapun ditangannya.
Tak disangka,mereka berbelok dan memilih duduk dikursi kantin paling ujung.
Tepat! Tasya sedang menjalani ide dari revan waktu itu,ide itu juga udah disetujui oleh luna dan aurel,hanya saja mereka melarang tasya untuk mengatakan pada ricky dan revan kalau ia menyetujui ide revan,karena sama tau aja mulut mereka berdua ember.
"Eh?kok belok? Bukannya ke kita dulu antar bekal buat arka ya?" Heran ricky tak percaya,arka juga merasakan itu tetapi ia bisa mengkondisikan perasaannya.
"Kaaa,kenapa dia?" Tiba tiba revan melempar pertanyaan itu pada arka.
"Ga urusan gue" jawabnya santai lalu menghabiskan makanannya dengan wajah datar.
Seorang arka wijaya tetaplah arka wijaya! Ia tak bisa menurunkan gengsinya walaupun ia juga respect akibat perubahan sikap gadis itu,ia tak akan mau menurunkan gengsinya didepan 2 kecebong ini.
•••
Saat jam pulang sekolah,aurel dan luna pulang bersama mobil tasya karena mereka ada acara makan dan nonton film baru di bioskop.
Aurel dan luna menunggu didalam mobil tasya,sedangkan ia masih mengurus data2 untuk lomba mata pelajaran kimia ke tingkat nasional nantinya.
Saat sudah selesai, tasya menyusul luna dan aurel dimobilnya,ia berselisihan dengan arka,ricky maupun revan,tapi tasya hanya mengabaikan tiga pria itu tanpa menyapa terutama arka.
Arka masih bisa mengontrol gengsinya,sedangkan revan maupun ricky sudah mematung melihat sikap gadis itu yang tiba tiba berubah.
"Kenapa dia?" Tibatiba ricky bertanya kepada arka.
Arka wijaya tetaplah arka wijaya,ia akan menjaga imagenya!.
Saat arka dan tasya bersisian ingin memasuki mobil,arka yang akan masuk ke kursi pengendara,sedangkan tasya ingin masuk kekursi sebelah pengendara,mau tidak mau harus ada yang mengalah siapa yang membuka pintu duluan.
"Lo duluan" ucap arka datar plus dingin
"Thanks kak" jawab tasya singkat tanpa basa basi ia memasuki mobilnya yang akan dikendarai oleh aurel.
Disepanjang perjalanan,ricky dan revan diam tercengang melihat arka yang tak marah jika revan menghidupkan music keras di mobil arka,ada apa dengan tuan arka wijaya?
Apakah dia respect dengan sikap tasya hari ini?
Apakah ia memikirkan perubahan sikap gadis itu?
Bagaimana bisa sedikit saja tuan arka wijaya menurunkan gengsinya didepan ricky dan revan?
Ah tunggu youtube channel aku kalian subscribe kali ya?hehe.
•••
Arka menidurkan tubuhnya dikasur kamarnya yang berukuran big king itu, kenapa sikap dinginnya ini tak bisa ia hilangkan depan satu hari?
Kenapa yang ada dipikirannya perubahan sikap gadis itu?
Apakah arka merasa sedikit demi sedikit ada yang hilang?
Ini baru satu hari gadis itu tak menghiraukannya,bagaimana satu minggu kedepan?
Apakah ia harus menjalankan rencana gesrek raka?
Ahh entahlah,arka memilih tidur saja.
Diseberang sana,gadis yang bernama tasya.
Apakah ia sanggup menjauhkan arka dalam waktu 1 minggu?
Memang sih setiap hari masih ia membawa bekal itu,tetapi kasihan sekali bekal itu bukan ia tujukan ke arka,melainkan satpam sekolah mereka.
bagaimana ia bisa bertahan selama 1 minggu? Ia tak tahu kabar arka, nomor hp, wa, garis arka ia tak punya, yang ia tau hanya i********: arka saja.
Terkadang hidup cewek dilupakan dalam satu hari dan tasya memilih tidur saja sampai hari kedua esok ia mengubah arka lagi.