Begitu Nagendra masuk ke dalam rumah, Gretha hanya terdiam dengan tubuh yang bergetar. Pasalnya bukan karena dia marah karena mengingat insiden tempo lalu, hanya saja dia terlalu bingung untuk bersikap seperti apa.
"Gret," panggil Nagendra dengan tersenyum tipis, "maafkan saya perihal kemarin ya. Maaf baru sekarang berani untuk mengucapkan langsung."
Gretha terdiam beberapa detik kemudian membalas senyuman itu tidak kalah lebar. "Enggak apa-apa, Bang."
Fattan yang melihat tingkah dan jawaban istrinya hanya mampu menarik napas. Bukannya dia tidak senang Gretha telah memaafkan Abangnya, tapi coba dipikir lagi masa permasalahan sebesar itu dapat dengan mudah diberikan maaf.
Kalau hal tersebut terjadi pada Fattan, tentunya seumur hidup Fattan tidak akan memaafkan. Ya paling minimal dia butuh bertahun-tahun untuk memaafkan kesalahan itu.
"Sekarang gimana?" tanya Nagendra sambil melirik ke arah Gretha.
"Ya, begini. Enggak ada perubahan jauh. Cuma status doang yang beda," jawabnya.
Nagendra mengangguk-angguk lalu pria itu menatap Fattan dan Gretha secara bergantian. "Pernikahan kalian bahagia?" tanyanya mencoba memancing.
Fattan mengangguk, tetapi tidak dengan Gretha.
"Biasa aja sih, tapi kalau dijelaskan lebih detail, enggak senang dan juga enggak sedih," perempuan itu menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa, "lebih ke arah tertekan sih," jawab perempuan itu dengan luwes.
Mendengar itu membuat kedua mata Fattan melebar sempurna.
Gretha bilang apa? Dia merasa tertekan?
Fattan mencoba tenang, meskipun jiwanya panas. Selama ini dia berusaha untuk membuat Gretha nyaman dengan pernikahan ini. Memberikan semua kebutuhannya, dimulai dari kebutuhan primer sampai tersier. Fattan sebagai suami tidak pernah sekalipun meminta haknya. Dia melakukan apa-apa sendiri tanpa dilayani. Namun, dia tidak habis pikir Gretha bisa-bisanya berucap seperti itu.
"Tertekan kenapa?" pandangan mata Nagendra beralih ke arah Fattan, "Fattan jahatin kamu? Atau dia bertindak enggak baik?" tanyanya.
Fattan buru-buru menegakkan tubuhnya lalu memberikan tatapan tajam kepada Abangnya. "Bang, bisa nggak sih ga usah mengorek-ngorek rumah tangga gue? Lo enggak seharusnya tahu."
"Enggak apa-apa, Fattan," ucap Gretha menyela, "gue mau jawab kok. Lagian kok lo masih di sini sih? Bukannya tadi lagi masak? Nanti gosong."
"Udah gue matiin kompornya."
"Kalau dimatiin, masakannya enggak selesai-selesai dong. Terus kita enggak bisa makan siang. Bisa aja sih beli di luar cuma sayang aja masakan lo enggak kemakan." Fattan mendengus sebal kemudian dia meninggalkan Gretha dan Nagendra bercengkrama berdua.
Dari dalam dapur, dia menguping pembicaraan mereka. Memang tidak membahas tentang rumah tangga Gretha dengan Fattan, tetapi saat ini Nagendra yang bercerita bahwa dia sudah tidak lagi berhubungan dengan Ayana dan tampaknya Gretha sangat responsif untuk mendengarkan dan memahami cerita pria itu.
"Ayana jahat ya. Enggak pantas sama Bang Gen yang sempurna," ucap Gretha yang mampu membuat Fattan mengelus d**a.
Abangnya sudah bertindak seberengsek itu, tetapi Gretha masih bisa-bisanya memuji pria itu. Seolah Gretha tidak sadar bahwa mungkin apa yang tengah Abangnya rasakan adalah karma dari tindakan buruknya kepada Gretha.
"Kalau disuruh pilih, aku tetap pilih Bang Gen sih daripada Fattan."
Begitu mendengarnya, detik itu juga seakan ada petir yang menyambar hatinya.
Sekarang sudah tersedia part after marriage (full)
Kalian bisa akses di k********a!
Terdiri dari:
Part After Marriage (120 Halaman)
Bagian Tambahan Satu (Sudut Pandang Penulis)
Bagian Tambahan Dua (Sudut Pandang Fattan)
Bagian Tambahan Tiga (Sudut Pandang Gretha)
Hanya dengan Rp24.000 kalian bisa akses semuanya tanpa menunggu
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya ((After Marriage) Katanya Kita Sahabatan? _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".