Kita masih berkubang dengan masa lalu, membiarkan waktu menarik jangkar itu, dan membuat jalan kita tak lagi sekadar semu. *** Kedua kelopak mata itu akhirnya tertutup sempurna setelah empunya merasa benar-benar lelah menghadapi dunia yang masih saja kejam padanya, Elsa terlelap seraya menyandarkan kepala dan punggungnya di jok mobil. Entah ke mana pun Satria akan membawanya pergi, Elsa tidak peduli meski menuju neraka sekalipun, yang penting Elsa merasa tenang tanpa mereka-mereka yang membuat hidupnya terasa makin sulit dijalani. Satria melajukan mobilnya menuju daerah Puncak, ia ingat kalau sang ayah memiliki vila di sana meski saat ia dan teman-temannya touring kala itu tak sampai menginap di sana. Bahkan Satria saja baru kali ini akan datang ke vila itu, ia tahu alamatnya setelah be

