“Ya, baguslah kalau begitu. Kasian sekali yang akan menjadi wanitamu nanti, memiliki pasangan yang terlalu kolot dan cerewet.” “Oh ya? Tapi seorang gadis cantik pernah mencintai pria kolot sepertiku.” Deg. Sialan. Benar-benar sialan. Zihan menoleh dan mendapati Zidane tengah menatapnya. “I miss you, baby J.” bisik Zidane tepat di samping telinga Zihan. Zihan memalingkan wajahnya, menyembunyikan rona merah di pipinya. Oh gosh, tidak bisa seperti ini. Zihan lalu pergi meninggalkan Zidane yang tersenyum penuh arti sambil menatap punggung mulus Zihan yang terekspose begitu saja. Zidane meringis. Ia tidak bisa melepas pandangannya dari Zihan malam ini. Zidane mengekori Zihan ke lantai dasar, gadis itu mencoba berbaur dengan gadis lainnya, namun Zidane tahu Zihan sedikit risih dengan ga

