“selamat siang pak dody? kami datang lagi” ucap billy saat sudah di rumah pak dody
“mau ngapain lagi kalian kesini kan sudah saya bilang saya tidak akan jual tanah itu pada orang seperti kalian” jpak dody langsung naik darah begitu melihat billy dan nayla
“bapak yakin? taruhan nya nyawa loh pak” ucap billy dengan raut wajah yang dingin dan datar
“bunuh saja saya kalau memang itu akan membuat kalian puas, kalian kira dengan membunuh saya tanah itu akan menjadi milik kalian?” ucap pak dody menantang karna dia kira kalau billy tidak akan tega kalau sampai harus membunuh orang hanya karna lahan tanah segitu saja
billy tersenyum “baik lah kalau itu mau anda, dengan senang hati saya akan mengabulkan nya” ucap billy lalu memberi kode pada anak buahnya yang ikut hari ini untuk memegang pak dody
pak dody berontak saat orang2 itu memegang nya dan akan membawanya ke suatu tempat “eh eh eh apa apaan kalian lepasin saya tolooongg” pak dody pun mulai panik
“bukan kah anda sendiri yang mau saya membunuh anda” billy tersenyum lagi, sementara nayla tidak tau harus berbuat apa karna ini pertama kalinya dia melihat kejadian seperti ini
“bapak? kalian mau apain bapak saya, lepasin bapak saya hiks” rupanya ada anak pak dody di rumah dan langsung berlari ke bapak nya saat melihat sang ayah di perlakukan seperti penjahat saja
“kami hanya pergi jalan - jalan dulu dengan bapak kamu ya, tunggu saja disini ya anak manis” ucap billy pada anak pak dody
“bawa dia” billy pun menyuruh anak buahnya membawa pak dody karna disini ada anak kecil tidak baik kalau dia melihat kejadian itu sekarang, padahal awalnya billy akan mengeksekusi pak dody di rumahnya
“gak boleh bapak ga boleh pergi bapak disini aja.. bapaaakk puput ikut paaakkk” anak pak dody pun nangis saat melihat bapak nya pergi
“puput tunggu dulu ya nanti bapak pasti pulang ko ini cuma sebentar saja, bilangin mamah ya bapak pergi” ucap pak dody yang menahan tangisnya agar sang anak berhenti nangis
“nayla cepat masuk” ucap billy yang melihat nayla hanya diam saja sambil melihat anak pak dody yang nangis, billy tau pasti nayla tidak tega dengan itu apalagi di panti banyak yang seumuran dengan anaknya pak dody. saat mendengar suara billy nayla pun langsung berlari masuk ke mobil
“bapaaaakkkk” puput terus saja memanggil bapak nya seperti tau akan terjadi sesuatu pada bapak nya itu
mobil mereka pun melaju ke suatu tempat yang tak jauh dari lokasi lahan pak dody
disana sudah ada rangga yang sedang menunggu mereka dari tadi
“lama banget sih” ucap rangga saat billy dan yang lainnya sudah sampai
“ada problem tadi sedikit” ucap billy
“mana orangnya” tanya rangga
“bawa dia kesini” ucap billy pada orang suruhan nya itu, lalu mereka pun membawa pak dody ke hadapan rangga
buuuggh… pak dody terjatuh saat di dorong oleh anak buah rangga agar terduduk
“gimana pak, sudah ambil keputusan belum?” tanya rangga
pak dody hanya menatap rangga dengan wajah yang tidak suka nya
“seperti sudah ya? saya harap anda tidak akan menyesalinya” ucap rangga
“mana si marvel nya saya ingin bicara dengan orang itu bukan dengan kalian” ucap pak dody yang seperti nya tidak takut dengan rangga dan lain nya
“pak marvel sudah menyerahkan semuanya pada kami jadi sekarang terserah kami, kalau anda mau mengucapkan pesan terakhir untuk keluarga anda bilang saja sekarang nanti akan saya sampaikan” ucap rangga
“hidup dan matiku ada di tangan di allah bukan di tangan kalian” ucap pak dody
“memang, tapi akan akan mempersingkat ny” rangga memberi kode ke anak buahnya untuk memukuli pak dody
anak buah rangga pun langsung memukuli pak dody dengan beringas sampai mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya
uhuukk… uhuuukk pak dody hanya bisa batuk saat dadanya sesak karna di pukuli tapi dia masih tetap pada pendirian nya
“padahal kalau mau tanda tangan anda tidak perlu merasakan itu semua, bahkan kamu kasih uang banyak pada anda tapi sayang sekali anda memilih mengorbankan diri anda sendiri hanya demi itu. ingat pak ada anak anda yang masih membutuhkan biaya yang banyak” ucap rangga
“jus tru karna an ak saya maka nya sa ya ti dak mau men ju al la han itu” pak dody bicara pun terbata bata tapi rangga memberi kode lagi ke anak buah nya untuk memukuli pak dody lagi dan kali ini pak dody pingsan karna tidak kuat
nayla tidak berani untuk turun dari mobil karna takut melihat adegan seperti itu apalagi ini pertama kali nya dia melihat orang di pukuli di depan matanya sendiri padahal menurutnya orang itu tidak salah
nayla tidak tau harus berbuat apa, ingin sekali membantu pak dody tapi dia tidak bisa lakukan itu karna pekerjaannya akan teracam kalau menolong pak dody.
.
.
pak dody di ikat di salah satu pohon yang ada di situ dalam posisi masih tak sadarkan diri, sementara yang lain menyiapkan alat untuk menyiksa pak dody kalau pak dody sudah sadar nanti
“nay kamu mau makan apa?” tanya billy pada nayla, saat ini mereka sedang menunggu di dalam mobil begitu pun dengan rangga
“apa aja pak” ucap nayla yang sedikit takut pada billy dan rangga setelah melihat mereka melakukan itu pada pak dody
karna billy orangnya sangat peka jadi dia langsung tau kalau nayla saat ini sedang takut padanya karna sedari tadi nayla tidak berani melihat ke arahnya dan kalau sedang bicara selalu menundukan kepalanya tidak seperti biasanya
“wajar kalau kamu kaget nay, ini kan pertama kalinya kamu melihat seperti ini kan?” ucap billy dan nayla hanya menganggukan kepalanya
“nanti juga kamu akan terbiasa ko, pelan - pelan kamu juga harus ikut dalam menangani ini ya” ucap billy
“sa-saya gak berani pak” ucap nayla
“kalau gak berani gak usah kerja disini” ucap rangga dari kursi depan
“kamu pasti bisa kalau mau berusaha, buang rasa takut kamu ganti dengan tujuan kamu bekerja untuk apa. ingat adik - adik kamu di panti ya” ucap billy
“i-iya pak, tolong ajarin saya ya” ucap nayla
“pasti” ucap billy sambil menepuk pundak nayla agar tidak terlalu tegang