eps 13

1311 Kata
eeeuungghh… ssshhh.. pak dody mulai tersadar dari pingsannya dan merasakan bibirnya yang perih karna sobek akibat pukulan itu, pak dody melihat ke sekitar dan suasana disana sudah mulai gelap dan sunyi. pak dody teringat akan anak dan istrinya, pasti mereka sangat cemas sekarang karna sudah mau malam pak dody belum pulang juga pak dody ingin pergi dari sana tapi badannya terikat jadi dy berusaha untuk melepaskan ikatan itu tapi sayang ikatannya terlalu kuat jadi mau sekuat apapun pak dody berusaha tetap saja tidak bisa ‘’sudah bangun?’’ ucap billy ‘’lepasin saya, kalian gak kasihan sama anak saya yang sedang nunggu saya pulang’’ ucap pak dody ‘’kalau ingin pulang cepat makanya tanda tangani saja surat nya kan gampang, apa perlu anak anda juga merasakan seperti ini?’’ ancam billy ‘’kalian benar - benar gak punya hati ya, anak saya masih kecil jangan macem - macem padanya’’ ucap pak dody ‘’ya tinggal pilih saja, mau tanda tangani atau melihat anak anda menggantikan posisi anda disini, kamii tidak main - main’’ ucap billy yang terus menego dengan pak dody Ddrrrrttt…Ddrrrrrtttt… handphone billy bergetar tanda ada panggilan masuk ‘’hallo, gimana kalian sudah di rumah pak dody?’’ ucap billy, ternyata yang menelpon nya itu anak buahnya. billy sengaja menloudspeaker agar pak dody bisa dengar karna ini salah satu ancaman nya juga ‘’sudah bos, apa sekarang kami harus membawa semua orang yang ada disini atau hanya anak nya saja?’’ tanya anak buah billy ‘’gimana pak dody? siapa yang harus kami bawa’’ tanya billy ‘’kalian pikir saya percaya dengan ancaman kalian itu’’ pak dody terus saja berfikir kalau billy tidak akan pernah tega melakukan itu dan hanya akan mengancamnya saja dengan omongan tanpa ada tindakan ‘’baiklah kalau anda masih tidak percaya, bawa anak nya kesini, kalau istri nya menghalangi juga bawa saja semuanya’’ perintah billy ‘’baik bos’’ ucap anak buah nya lalu mematikan sambungan telpon nya ‘’kita lihat saja ancaman saya ini beneran atau hanya main - main saja’’ ucap billy lalu memberi kode ke anak buahnya yang ada disitu untuk menyetrum pak dody, sementara billy balik lagi ke mobil untuk menunggu target selanjutnya . . Tiiiiinggg…. handphone rangga bunyi tanda ada pesan masuk @mama : rangga kamu bisa pulang sekarang gak, ada hal penting yang harus di bicarakan rangga yang membaca itu langsung menelpon mamahnya ‘’ada apa mah, rangga gak bisa pulang sekarang. lagi ada kerjaan soalnya’’ uca rangga saat mamah nya sudah mengangkat telpon nya ‘’sebentar aja masa gak bisa, nanti kamu balik lagi’’ ucap mamahnya dari sebrang sana ‘’gak bisa mah soalnya rangga lagi diluar, jauh juga lokasinya kalau harus bolak balik apalagi ini udah malem, lewat telpon aja kan bisa’’ ucap rangga ‘’kamu ini kalau di suruh pulang adaaa aja alesan nya, gini loh mamah sama papah mau ke sidney kamu mau ikut gak?’’ tanya mamahnya ‘’mau ngapain sih maaahh, aku gak bisa ikut kerjaan aku belom kelar ini’’ rangga yang memang tidak terlalu suka jalan - jalan ke luar negri itu harus mencari alasan agar tidak ikut ‘’kan ada billy yang urus, sonya juga katanya mau ikut loh ini’’ ucap mamahnya ‘’sonya? ngapain dia ikut, emang dia gak ada kerjaan apa’’ ucap rangga yang kaget saat dengar sonya mau ikut ‘’justru ini sonya yang ajak, katanya sih dia dapet projek baru dan hasilnya lumayan makanya dia ajak mamah sama papah jalan - jalan, kamu ikut ya?’’ ucap mamah nya ‘’aku beneran gak bisa mah apalagi ada sonya’’ ucap rangga ‘’loh kenapa? sonya baik ko mamah setuju kalau kamu sama dia’’ ucap mamahnya ‘’aku yang gak setuju mah, udah ya intinya aku gak mau ikut’’ ucap rangga ‘’gak bisa gitu rangga, tiketnya sudah di beli dan kamu harus ikut’’ mamahnya tidak mau kalah ‘’maaf pak di panggil pak billy’’ ucap nayla menyela pembicaraan rangga dan mamah nya rangga menganggukan kepalanya ‘’siapa itu, kamu udah punya pacar? kenapa gak bilang sama mamah’’ tanya mamahnya yang penasaran ‘’apasih mah, udah ya aku mau lanjutin kerjaan aku, byee mah love you’’ rangga pun memutuskan sambungan telpon nya secara sepihak padahal mamah nya belum selesai bicara. lalu keluar mobil menghampiri billy, nayla pun mengekorinya dibelakang . ‘’gimana bill?’’ tanya rangga ‘’bentar lagi anak dan istri nya sampai disini’’ ucap billy tak lama mobil hitam pun sampai di lokasi, anak buah rangga dan billy langsung menyuruh anak dan istri pak dody untuk keluar, tentu saja dengan posisi tangan yang sudah di ikat ‘’bapaaakkk, bapak kenapa disitu pak’’ ucap anak pak dody saat melihat sang ayam terikat di pohon dengan kondisi yang sudah lemah karna terus di siksa ‘’tolong lepaskan suami saya, saya mohon’’ ucap istri pak dody sambil menangis ‘’semuanya tergantung pak dody, kalau dia mau menyerahkan lahannya kami akan melepaskan nya tapi kalau dia tidak mau kami akan melakukannya lebih dari itu atau bisa sa kami membunuhnya’’ ucap rangga ‘’ya allah pak sudah lepasin saja lahan itu, uang bisa di cari pak’’ istri pak dody terus menangis karna tidak tega melihat suami nya seperti itu ‘’gimana pak dody? apa sudah berubah pikiran atau belum’’ ucap billy ‘’tapi itu lahan satu - satunya yang kita punya bu’’ ucap pak dody pada istrinya ‘’gak papa jual saja yang penting hidup kita selamat pak’’ ucap istrinya pak dody melihat ke arah rangga dan billy lalu melihat ke arah anak istri, sebenarnya dia tidak tega melihat tangan anak istrinya di ikat seperti penjahat tapi mau bagaimana lagi pak dody harus menyelamatkan lahan nya itu ‘’apa perlu anak anda kami sakiti?’’ ucap billy ‘’jangan, jangan sakiti anak saya. saya saja yang kalian sakiti jangan anak saya toloong’’ ucap istri pak dody ‘’baiklah kalau itu maunya’’ ucap billy lalu menyuruh anak buahnya untuk membawa istri pak dody di ikat di pohon juga “mamaaaahh jangan tinggalin sifa maaahh” anak itu menangis lagi saat di pisahkan dari ibunya, nayla memegangi anak itu agar tidak lari ke ibu dan bapak nya “kamu tunggu di situ aja ya nak jangan nangis” ucap istri pak dody anak buah rangga sudah memegang setruman untuk menyetrum istri pak dody, istri pak dody sudah ketakutan melihat alat itu, begitupun dengan pak dody apalagi dia sudah merasakan setruman itu perlahan tapi pasti, alat itu semakin mendekat, istri pak dody sudah memejamkan matanya dan pasrah dengan apa yang akan terjadi. pak dody benar - benar tidak menyangka kalau ancaman billy itu tidak main - main. sekarang pak dody bingung harus memutuskan apa, jika mempertahankan lahan nya dia bisa saja kehilangan istrinya bahkan anak nya tapi kalau dia lepas lahan nya dia tidak punya apa - apa lagi Ddrrrrrtttttt…Ddrrrrrrrtttt…. rupanya anak buah rangga sudah mulai menyetrum istri pak dody tapi istrinya pak dody menahan suaranya agar tidak terdengar karna takut anak nya akan menangis mendengar itu “STOOOOPPP hentikan itu b******n, dasar gak punya hati. mana yang harus saya tanda tangani? lepaskan istri saya sekarang” ucap pak dody yang sudah tidak tahan dengan permainan rangga “hahaha kenapa gak dari tadi, jadinya kan gak perlu ada drama kaya gini” rangga pun memberikan surat yang harus di tanda tangani olek pak dody dan pak dody pun hanya bisa pasrah kehilangan lahan satu - satu nya itu setelah menandatangani surat itu, pak dody dan istrinya langsung di lepaskan “semuanya balik” perintah rangga ke anak buah nya “trus pak dody pulangnya gimana pak” tanya nayla “kalo kamu mau anterin ya silahkan” jawab rangga dengan ketus “uangnya akan diantarkan anak buah saya besok” ucap rangga ke pak dody lalu rangga dan yang lain pun pergi daei situ meninggalkan pak dody, istri dan anak nya dalam kegelapan tapi billy memberi 1 senter untuk mereka agar bisa lihat jalan pulang
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN