Dasar jiwa-jiwa nggak enakan!

1032 Kata
Kupandangi secara penuh sosok yang baru saja pergi dari hadapanku itu, sampai tak sadar seulas senyum aku lontarkan di sini meresponnya. Hal yang berputar-putar di otakku pun dalam seperti saling beradu penuh di sini, sampai dengan sebuah gelengan aku lontarkan merespon segala aktivitasku juga saat ini. "Enggak enggak enggak! Kalau dipikir-pikir emang bener kok apa yang dikatakan sama satpam tadi, emang kenyataan ini beneran atau enggak ya semoga aja kalau misalkan emang di kenyataannya itu cuma aku aja yang dipanggil interview ya jadinya kan yaa aamiin aja lah. Kan jadi rezekiku juga, orang kalau misalkan dipikir-pikir juga yang diomongin dari tadi itu benar. Dari tadi sampai sekarang juga nyatanya cuma aku sendiri yang seolah-olah kayak lagi nunggu suatu hal yang bakal merubah nasib dan dia emang kayak gini dari tadi celingak-celinguk nggak jelas sendirian kayak orang hilang karena memang nggak tahu dan bahkan ngomong nggak kenal juga sama satu orang pun di sini lah kan pak satpam tadi aja aku enggak kenal. CK, udah ah si bapak itu pergi kenapa aku malah sekarang jadi percaya? Hadeuh ... dasar jiwa-jiwa aneh, jiwa-jiwa nggak enakan! Tapi juga jiwa-jiwa yang yang sok digampangin juha sih jadinya malahan." Sejenak aku terdiam, aku benarkan posisi dudukku dan dalam sekejap pula aku kembali beraksi dengan segala hal yang saat ini aku pulang ntar kan dengan cara cara membenarkan posisi tas selempang yang aku taruh di atas pahaku penuh tadi dan beberapa berkas yang aku masukkan ke dalam sebuah map berwarna coklat yang digunakan sebagai alat untuk bisa dikatakan melamar pekerjaan seperti sekarang ini. Selang beberapa detik kemudian, kembali juga aku benarkan posisi kemejaku juga yang memang sedikit kegedean ditambah terlepas ini di bagian lengan. Juga aku benarkan secara penuh sampai dengan jilbab yang aku kenakan tadi pun juga aku selempangkan ke belakang karena memang sedikit ribet. Entahlah walaupun ini sangat meributkan tak pernah ada sebuah niatkan sedikitpun untuk melepas jilbab saat keluar rumah kecuali jika di rumah itu sudah beda cerita lagi. Dan yahh, hal ini pula aku rasakan perubahan dengan drastis atas segala hal yang merubah penampilanku yang dalam juga seolah-olah memang mendorong pribadi untuk menjadi lebih baik lagi walaupun terkadang segala sikap over thinking, segala sikap yang selalu takut pada sesuatu hal yang belum terjadi, dan atas segala sesuatu yang memang nyatanya aku sendiri tak tahu bagaimana kenyataanya tapi selalu saja aku sering menyimpulkan hanya satu orang yang memang selalu mengerti akan hal itu pada kenyataanya itu tidak. Sebuah helaan nafas panjang aku lontarkan di sini, segala hal yang aku lakukan baru saja itu sudah selesai dalam sekejap meskipun memerlukan waktu sekian menit sendiri itu bukan masalah besar bagi tubuh jika pada kenyataannya itu juga sukses membuatku sedikit banyaknya terbantu lah daripada diriku yang hanya diam di tempat seperti patung tanpa ada pergerakan sama sekali walaupun kenyataannya aku sendiri malu duduk sendiri di sini yang seolah-olah aku disini hanya seorang gadis yang sangat gabut karena tidak ada pekerjaan tapi entahlah ini memang akan seperti ini pada kenyataannya yakni harus menunggu sampai ke jam 9 nanti ataupun tidak itu bukan sebuah masalah yang besar sebenarnya bagiku yang terpenting aku sudah berusaha disiplin dan mungkin itu adalah suatu nilai plusnya walaupun kenyataannya aku sendiri tak terlalu good looking untuk sebuah bidang yang seperti ini. Segala doa ataupun segala rasa takut akan hal yang tak jelas entah kenapa lambat laun mulai mereda, sikap itu semakin menyurut di sini. Dan segala hal yang ada pada diriku kini semakin menyenangkan daripada sebelum-sebelumnya yang bisa dibilang terlalu geger sendiri perihal apapun itu. Juga dengan segala hal yang sedari tadi aku takutkan itu entah kenapa setelah mendengar segala pengaturannya terlantarkan oleh mulut saat anda di dalam sekejap soalnya seperti mereda dengan penuh, memang seperti diberi sebuah semangat yang sangat membara dan diberi segala hal yang dalam kenyataannya membuatku sangat percaya diri walaupun diam-diam juga segala rasa ketidakpercayaan diri itu tetap ada disini tapi semuanya mereda dalam sekejap. Kenyataan, alam seperti tak mengizinkanku untuk terlalu sering mengeluh dan terlalu sering untuk berkata tidak pada sesuatu hal yang pernah aku usahakan dan yah mungkin ini adalah jawaban dari semuanya karena biasanya jika diriku merasa takut itu akan selalu mendominasi diriku. Tapi saat ini, aku merasakan perbedaan penuh di sini. Langit di luar sana mungkin saat ini sudah cerah, sejarah hari yang semakin panas dan sejarah diri yang dalam sekejap dibuat panas bumi disini karena memang yang tak hidup ditambah lagi dengan udara yang sangat panas ini dalam sekejap juga membuatku aku mengalihkan pandanganku sekilas ke arah keluar lobby sana. "Berapa lama lagi sih ya Allah pemain capek juga ya ternyata kayak gini tuh, nggak ada kerjaan sama sekali mau mainin HP juga nggak enak lah kalau misalkan tiap ada orang kasih lewatkan ya gimana juga gitu loh mana ini juga tadi kepaksa masker dilepas lagi astagfirullah. Bisa-bisanya gitu loh aku malah kaya gini hmmm ...." gumamku merutuki ketidakjelasanku. Tapi memang jika dipikir-pikir sih dari tadi aku seperti patung yang tak ada satu orang pun yang mengusik terkecuali satpam tadi yang memang sekilas aku tahu, selain dirinya tak ada lagi yang mengusik atau bahkan tak ada lagi yang menyapaku dan entah ini sampai kapan aku bahkan seperti digantungkan oleh kenyataan lagi dan lagi untuk kesekian kalinya bahkan tidak hanya perihal percintaan sampai sekarang berikan interview yang entah akan sampai kapan dan entah apa karena kebenaran tadi benar-benar akan terungkap nantinya aku pun tak tahu tapi yang jelas saat ini aku hanya bisa bersabar dan bersabar lagi untuk kesekian kalinya entah sampai kapan aku sendiri hanya berusaha untuk terus bersabar. 'Ini kira-kira kalau misalkan aku sampai beneran bertahan buat nungguin kira-kira hasilnya apakah sesuai sama ekspektasi nggak ya? Tapi ya semoga aja deh soalnya kalau misalkan nggak kenyataan ya gimana lagi kalau misalkan emang takdirnya belum rezeki lagi ya udah lah gimana lagi ya mungkin emang belum takutnya aja yang takdir itu justru malah suruh aku terus-terusan berusaha mungkin ya kayak gitu aja sih paling singkatnya. Fyuh ya Allah ... dibilang capek ya capek dibilang malas berharap lagi jika iya terus dibilang kayak udah pengen nyerah juga iya banget tapi ya gimana lagi namanya juga berusaha kan usaha kita harus sekeras-kerasnya perihal hasil emang nggak ada yang tahu tapi ya diusahakan ajalah semoga aja gitu. Aamiin ....'
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN