Jenin. Karakter asing dalam novel. Sebenarnya mungkin pengarang menjelaskan, tetapi aku tidak tuntas membaca. Hei, memangnya hidupku wajib terfokus ke roman picisan? Aku butuh pekerjaan, uang, makan, dan tentu saja itu semua berkaitan dengan progam bertahan hidup. Bukan salahku bila di “dunia ini” ternyata informasi novel justru menjadi penentu keselamatanku. Aku hanya mengenalnya sebagai Yuna. Protagonis rupawan, pujaan lelaki, dan satu-satunya hidup terjamin. Yup, artinya aku tidak tahu apa-apa. Adapun yang kumengerti hanyalah posisiku sebagai antagonis. Karakter yang ingin merebut cinta Caius dari tangan Yuna-yang-kukira-wanita-sejati-ternyata-bukan. Ayolah, kalian pasti mengerti alasan Jenin tetap memakai identitas sebagai Yuna. Inilah saatnya kalian berkata, “Aku mencium aro

