Empat Belas

949 Kata

Prakasa menyandarkan pinggulnya pada kap mobil, bersedekap menatap tenang kerumunan karyawan yang berhamburan keluar gedung. Senyum Prakasa mengembang melihat Anara yang melangkah tenang dengan raut wajah datarnya. "Kamu cepat banget pulangnya?" Kening Anara mengerenyit menatap Prakasa. Bukannya menjawab, Prakasa malah mendekat, tangannya terulur mengusap lembut kening Anara yang berkerut. "Asa," peringat Anara mendesis pelan. Anara merasa aneh dengan perasaannya, ia menahan napas berusaha mengendalikan dirinya sendiri. "Langsung pulang?" Anara mendongak untuk menatap Prakasa lebih lekat. "Kenapa? Ada yang aneh?" tangan Prakasa berpindah ke atas puncak kepala Anara, menghadirkan desir nyaman pada diri Anara. "Cantik banget sih." Tatapan Anara yang awalnya sedikit sendu berubah kembali m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN