6. Kecurigaan

245 Kata
Dena sempat mencoba mengikuti pengendara motor tadi, tapi ia kehilangan jejak karena mobilnya terhalang macet. Meski dengan hati mendongkol, Dena akhirnya pulang. Ia tidak menemui kehadiran Mayang, rupanya wanita itu pergi berbelanja ditemani asisten rumah tangga mereka. Setelah memarkirkan mobil di garasi, Dena langsung menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Dena mengambil tas ranselnya dan mengeluarkan beberapa alat-alat aneh. Tampak seperti obeng dan palu, sekilas, ia terlihat seperti akan ahli listrik. Padahal barang-barang tadi adalah salah satu alat berteknologi tinggi milik BIN. Tujuan Dena bangunan kosong di samping rumah. Dena ingin membuktikan kecurigaannya, rasanya aneh melihat pengacak IP berada di bangunan tersebut. Sebagai tempat penyewaan komputer, sasarannya adalah kalangan anak-anak yang hobi main game, atau mahasiswa yang menumpang mencari bahan kuliah. Dena melompati pagar setinggi satu meter di belakang bangunan, ia berjalan dengan santai tapi tetap waspada. Pintu belakang bangunan tersebut ternyata berfungsi cukup baik, dibuktikan dengan pengunci pintu yang masih terlihat baru tanpa karat besi, padahal, toko itu sudah lama kosong. Dena menyusuri bagian dalam bangunan, yang tersisa hanya lantai-lantai dingin dan kotor. Setelah puas berkeliling Dena segera meninggalkan tempat itu. Tentu saja ia lebih dulu menempatkan beberapa kamera pengawas berukuran kecil di bangunan tersebut. Sekilas, bangunan itu memang terlihat kotor dan tidak terurus. Tapi untuk bangunan yang sudah kosong selama satu tahun, Dena sama sekali tidak menemukan debu tebal atau sarang laba-laba di dalam bangunan itu. Penampakannya lebih mirip bangunan yang jarang dibersihkan. Dena merasa, misinya akan lebih menyenangkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN