Pagi ini, rumah Jenderal Dedi sudah penuh kesibukan. Mayang yang sudah menyiapkan keperluan suaminya segera pergi ke dapur guna menyiapkan sarapan utama keluarga kecilnya.
Sementara itu, Kirana di kamarnya baru saja menyelesaikan mandi dan tengah mengering rambutnya.
Dena yang sudah rapi bergegas membantu Mayang di dapur, meski awalnya Mayang sempat menolak. Tapi akhirnya wanita itu menginjinkan Dena ikut membantu membuatkan kopi dan s**u untuk suami dan anaknya.
Kirana turun lima menit kemudian, disusul ayahnya yang hari ini tampak gagah dengan setelan TNI kebanggaannya.
"Hari ini berangkat bareng Kak Dena ya, Kira," ujar Mayang sambil meletakkan segelas s**u coklat di hadapan putrinya. Kirana yang mulutnya penuh dengan nasi goreng, hanya mengangguk mengiyakan.
Jendral Dedi tidak banyak bicara pagi ini, ia hanya sesekali menjawab pertanyaan singkat dari isterinya.
Sepuluh menit kemudian Dena dan Kirana sudah berada dalam mobil hitam. Dena terlihat fokus pada kemudi, sementara Kirana asyik dengan buku catatan matematika karena ia ada ulangan matematika di jam pertama.
Sesampainya di sekolah, Kirana hanya mengucapkan terima kasih singkat dan mengingatkan untuk dijemput jam dua siang, yang dijawab dengan anggukan mantap oleh Dena.
Setelah Kirana memasuki gerbang sekolah, Dena segera memutar balik mobilnya. Di saat yang bersamaan, sebuah motor juga ikut meninggalkan sekolah tersebut. Motor itu berpenumpang dua orang dewasa itu sejak awal sudah menarik perhatian Dena.
Saat berangkat tadi, ia merasa motor itu mengikutinya, meski ia tidak sempat membuktikan dugaanya karena takut Kirana terlambat sekolah.
Meski diikuti dari jarak yang cukup jauh, Dena yang terbiasa bersikap tanggap tetap menyadari hal ini. Dena menghafal nomor polisi motor tersebut, mungkin saja ini akan berguna bagi tugasnya.
Awalnya, Dena mengira ini adalah pagi yang indah. Ia hanya perlu bangun pagi-pagi, mengantarkan seorang bocah ke sekolah, lalu kembali dan akan mengurung diri di kamarnya.
Tapi yang terjadi sebaliknya, ia bahkan sudah dipaksa memeras otak sepagi ini.
Sepertinya misi ini tidak akan mudah, batin Dena.