Sudah satu minggu Aruna pergi dari rumah, selama itu pula Brian maupun kedua orang tuanya belum bisa menemukan keberadaan Aruna. Brian terlihat sangat putus asa, dirinya bahkan sama sekali tak peduli dengan Iren yang sampai saat ini tidak juga kunjung pulang ke rumah. “Bi, aku berangkat. Nanti kalau Iren pulang, katakan untuk menungguku pulang.” “Baik, Tuan.” Brian lalu melangkah keluar dari rumahnya. Tapi, saat dirinya ingin membuka pintu mobilnya, dirinya melihat sebuah mobil masuk melewati pintu gerbang rumahnya. Mobil itu berhenti di samping mobilnya. Sang pemilik keluar dari mobil itu. Brian melangkah menghampiri si pemilik mobil yang tak lain adalah istrinya sendiri. “Darimana saja kamu?” Iren mencium punggung tangan Brian. “Kakak mau berangkat bekerja?” Iren mengabaikan pe

