Aku mendengar Sarah terisak-isak dari dalam kamar saat ia baru pulang dari rumah sakit pagi hari ini. Aku pun menyelinap masuk dan menyaksikan ia sedang menelepon. Kondisinya tampak menyedihkan. Rambutnya acak-acakan dengan wajah basah oleh air mata. "Maaf aku tidak mengangkat telpon saat aku di rumah sakit, Mom. Sulit bagiku untuk bercerita di sana dengan bebas. Kapan Mommy dan Daddy akan kembali? Apa urusan kemalingan itu sudah beres? Aku benar-benar butuh kalian saat ini. Maaf kalau aku begitu merepotkan." Sarah kembali tersedu. "Baiklah, Mom. Aku mau mandi dulu dan tidur. Ya, akan aku usahakan untuk sarapan, Mom. Beritahu aku besok pukul berapa kalian berangkat." Sarah meletakkan ponselnya di kasur, mengusap wajahnya lalu berbaring telentang dengan mata menatap langit-langit kamar

