Dilema

1042 Kata

"Bu Mia baik-baik saja, Pak. Tadi Bu Luna dengan istri Anda hanya mengobrol di taman, tapi sekarang sudah selesai. Bu Luna sudah pulang dan Bu Mia sudah ke kamarnya untuk istirahat," bunyi pesan dari Bi Marni yang baru saja masuk ke ponsel Bara. Ia membaca pesan itu berulang kali, duduk dengan ekspresi serius di kursinya. Hermanto, yang duduk di seberangnya, mengernyit melihat sang anak sibuk dengan handphonenya. “Bara, siapa yang kamu hubungi terus dari tadi?” tegur sang ayah dengan nada rendah tetapi penuh tekanan. Bara mengangkat pandangan, sedikit terkejut. “Ah, nggak. Cuma cek kabar di rumah aja." "Mia maksud kamu?" Hermanto mendengus pendek, menatap Bara dengan tajam. "Kita sedang berkumpul Bara. Berhenti memikirkan perempuan miskin itu. Di sini ada Megan, hargai perasaan dia."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN