Kabar gembira diterima Syazwani dari dokter Fransiscus. Setelah dua belas hari dalam keadaan koma, akhirnya Amran membuka mata. orang pertama yang pria renta itu cari adalah putri bungsunya. Ditemani Dokter Fransiscus, Syazwani masuk ke ruang ICU, menemui Amran dan memeluknya penuh kerinduan. "Ayah makin kurus ...." hanya satu kalimat yang dapat dikeluarkan oleh mulut Syazwani. Lidahnya tidak dapat lagi mengukir kata, karena terlalu bahagia. Hanya air mata yang mengalir tanpa bisa dibendung. "Anak Pak Amran sangat hebat. Dia setia menjaga Bapak setiap hari. Betul-betul anak yang berbakti," puji Dokter Fransiscus sembari mengusap pucuk kepala Syazwani. Baru beberapa hari Dokter Fransiscus mengenal Syazwani, tetapi sudah jatuh hati dengan perilaku dan kebaikan gadis kecil itu, yang sel

