Ketukan di muka pintu rumah, mengusik pendengaran Syazwani yang sedang disibukkan dengan pekerjaan. Membersihkan kain bekas pakai Amran, membuang kotoran yang menempel di sana, meskipun akhirnya tetap menyisakan bercak kehitaman. Sudah berulang kali kain bekas pakai itu direndam dengan air sabun dan pemutih pakaian, tetap saja bercak kehitaman serta aroma busuk dan pesingnya sulit hilang. Maklum saja, kotoran orang tua, tidak pernah sama dengan anak-anak. Ketukan di pintu ruang tamu yang semakin keras dan cepat, memaksa Syazwani menghentikan usahanya menghilangkan noda hitam pada kain bekas pakai Amran. Bergegas ia mencuci tangan dengan sabun. Merapikan sedikit rambut yang acak-acakkan dan mengendus bau tubuhnya sendiri di sekitar pundak. Setelah merasa yakin dirinya tidak terlalu buruk

