"Ibu, ada perlu apa panggil Fatin? Dari tadi lagi Fatin sampai, tapi satu patah kata pun, Ibu tak ada cakap.” Lembut suara Fatin menegur Fatimah yang menatap kosong pada tayangan di layar televisi. Ruang tengah yang berpadu dengan ruang makan itu, terasa sangat hening sejak kedatangannya lebih satu jam yang lalu. Tidak pernah Fatin melihat ibunya kebingungan seperti sekarang, kecuali saat ayahnya membawa seorang bayi merah pulang ke rumah, sebelas tahun lalu. Fatimah yang mengundangnya ke rumah, ternyata hanya duduk diam memandang layar televisi. Seakan-akan sedang memikirkan sebuah masalah yang amat besar. “Ibu ada hal sikit nak minta tolong dengan Fatin, boleh?” tanya Fatimah, setelah sekian lama terdiam. Sejak kedatangan Mak Long kerumah dan memarahinya tempo hari, Fatimah selalu te

