"Timah, Timah, oh Timah!" Suara gembok yang dipukulkan ke pagar besi menyatu dengan teriakan Mak Long yang memanggil Fatimah dengan tidak sabar. Wanita tua dengan rambut penuh uban itu, berdiri di luar pagar dengan tidak sabar. "Mana orang di rumah si Timah, Nih? Tecagak aku macam payung, tak ada satu pun yang bukakan pintu," keluh Mak Long, sembari mengencangkan pukulan gembok pada pagar besi. Lebih dari sepuluh menit Mak Long menggedor pintu pagar, tetapi tidak ada satu bayangan manusia pun yang tampak keluar dari dalam rumah menyambut kedatangannya. Namun, saat kesabarannya sudah habis dan berniat pulang, tiba-tiba saja sebuah mobil berwarna hitam datang dan berhenti di dekatnya. "Along, kapan datang nih." Suara sapaan Fatimah terdengar seiring pintu bagian belakang mobil terbuka.

