Baru sepuluh menit Syazwani tiba di rumah Nurmala, tetapi sudah dihujani dengan makian yang tidak ia mengerti apa penyebabnya. Niat berkunjung untuk membicarakan perihal warisan berganti menjadi banjir sumpah serapah yang menyakitkan hati. Sejak pertemuan dengan Nurmala berapa hari lalu di makam Amran, Syazwani memang berjanji akan berkunjung untuk membicarakan perihal warisan yang menjadi tuntutan keenam saudaranya. Namun, baru saja dirinya tiba, sumpah serapah sudah memenuhi telinga. Bahkan lebih parah lagi, Ammar dan Aznan, hampir saja menurunkan tangan. "Apa maksud Kakak dan Abang? Suruh Syaz datang sini, cuma nak main ancam? Nak main kasar, tapi tak kasih tau Syaz salah apa!" Syazwani berdiri sembari mengedar pandang pada keenam saudaranya yang menebar senyum sinis. Memberanikan di

