Motor yang dikendarai Syazwani lincah menyusuri jalan raya yang ramai. Motor bebek yang biasanya dibawa dengan kecepatan sedang dan hati-hati, kini melesat cepat bagai dikejar setan. Meliuk manis melewati beberapa kendaraan yang berada di depan, hingga nyaris berbenturan dengan pengendara lain di sebuah persimpangan. Sumpah serapah yang diteriakkan pengguna jalan, diabaikan Syazwani. Ia berpura-pura tuli, meskipun mendengar dengan baik tiap makian yang ditujukan padanya. Tidak peduli bagaimana kemarahan pengendara lain dengan kebrutalannya mengendalikan kuda besi yang ditunggangi. Sakit hati yang memuncak akibat tuduhan keenam saudaranya membuat Syazwani menggila. Meluapkan kekesalan dengan cara tidak biasa. Sungguh pandai saudaranya mencuci tangan hingga bersih, di air yang keruh. Berle

