Pembelaan Fatin

1200 Kata

Fatin dan Syazwani beriringan masuk ke dalam kamar rawat, membuat semua orang yang berada di sana serentak menoleh pada mereka berdua. Tawa canda yang semula menggema, perlahan menciut dan menghilang saat mata sebagian orang menatap sinis pada Syazwani. "Dari mana engkau nih? Tak sadarkan diri sekali. Sudah tahu Ayah terbaring sakit di sini, apahal pula engkau menghilang? Siapa yang nak engkau harap menggantikan diri merawat Ayah?" Wajah cantik Nurmala berubah masam, melihat Syazwani berdiri di samping Fatin. Sejak tadi Nurmala tercari-cari ke mana perginya Syazwani. Gadis kecil yang menyendiri di sudut ruangan itu tiba-tiba menghilang saat dibutuhkan. Ketika ayah mereka memuntahkan makanan yang seharusnya bisa ditelan dengan mudah, di saat itu pula Syazwani menghilang, sehingga terpaksa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN