Iri

1146 Kata

Ruang Mawar, tempat Amran di rawat, penuh dengan gelak tawa, karena kehadiran Fatimah, keenam anak, dan menantu, serta cucu. Hanya Fatin yang tidak tampak di sana, karena sedang bertugas ke luar kota, sementara si bungsu Syazwani, berdiri mematung di dekat pintu keluar. Memperhatikan telatah saudara dan keponakannya. Hati Syazwani teriris saat melihat, betapa bahagia keluarganya. Berkumpul dengan penuh canda tawa, menemani Amran. Tanpa mempedulikan kehadirannya di sana. Di dalam kamar yang dipenuhi manusia, Syazwani merasa terasing dalam keramaian. Ia hanya dapat tersenyum menutup pedih di sudut ruangan. Meskipun iri dengan kebahagiaan dan kasih sayang keluarga yang sangat ingin ia kecap. Andai aku ada di sana .... Helaan napas Syazwani seakan menyerukan keluhan keinginan hati yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN