Faiza Mengadu

1136 Kata

Faiza menghempaskan hand bag miliknya ke atas sofa panjang di rumah Nurmala. Meluapkan kekesalan pada benda mati yang menjadi saksi, dirinya kalah telak saat adu urat melawan Syazwani. Anak bungsu yang selama ini mudah ditindas dan selalu menurut, serta tidak berani membantah, tiba-tiba berubah sangar. Dulu, meski makian sekasar apa pun yang terlontar padanya, Syazwani akan selalu diam dan mengalah. Namun, pagi ini, lidahnya begitu tajam laksana pisau. Menjatuhkan harga diri Faiza hingga sedemikian rupa. "Kenapa muka engkau macam cuka getah, pagi ini? Baru pun datang, belum sempat lagi aku suruh kau duduk, sudah main hempas barang. Macam orang tak punya adat!" tegur Nurmala dengan nada ketus. Baru saja dirinya pulang dari belanja di pasar pagi, sudah disambut dengan wajah masam Faiza

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN