Maya membuka matanya perlahan. Rasa kantuknya belum lagi hilang, namun ia terpaksa beranjak dari kursi penumpang. Matanya mengerjap-ngerjap menatap sekelilingnya. Kosong! Sadar jika saat ini ia tertinggal sendiri, Maya gegas mengangkat tas besar miliknya dan berjalan menuju pintu bus. Di desa kelahirannya kini Maya berada. Berdiri menatap mentari yang mulai bersiap kembali ke peraduannya. "Aku harus memulai semuanya dari awal. Kembali ke kehidupanku yang dulu, tanpa mengenal kota, atau orang-orang di dalamnya." Dari terminal menuju pulang ke rumahnya, Maya memutuskan untuk menaiki ojek. Motor butut ojek mulai melaju membelah jalanan desa. Mata Maya menatap nanar ke kiri dan kanan jalan. Hamparan padi yang mulai merunduk kini terlihat indah diterpa cahaya jingga sang mentari. Hampir s

