Pulang ke desa

1101 Kata

Erwin yang sudah sangat emosi melihat tingkah Giska yang tidak berubah sama sekali. Menyeret wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu keluar dari rumah sang ibu. Giska terdorong hampir jatuh, beruntung tangannya sempat meraih sesuatu. "Berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini Win. Hanya demi jalang sialan itu, kamu sampai kasar dengan istri kamu sendiri," bentak Giska, matanya memerah menahan tangis. Erwin mendesah seraya menyilangkan kedua tangannya di d**a. "Tidak harus karena Maya aku bisa seperti ini. Semua ini tidak ada sangkut pautnya. Aku sudah muak melihat tingkah kamu Gis! Kamu yang mengaku orang kota, pendidikan tinggi, lebih ini, lebih itu. Nyatanya kalah jauh dengan Maya yang hanya gadis desa. Sejak mengenal Maya, aku jadi banyak belajar. Tidak peduli keduduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN