Erwin memacu kereta kuda besinya membelah jalanan desa tempat Maya tinggal. Satu hari satu malam ia berjuang, namun Maya masih tetap menolaknya, tanpa mau memberikan kesempatan untuk Erwin. Sampai di ibukota, Erwin langsung membelokkan mobilnya ke arah rumah milik sang ibu. Tak ada lagi tujuannya sekarang, tempat pulang yang ia harapkan masih larut dalam kesedihan. "Kenapa Erwin tidak ada kabar, ya? Di mana sebenarnya kamu Win? Apa kamu berhasil membawa pulang Maya?" gumam bu Sartika, menatap pintu pagar rumahnya yang tertutup rapat. Baru saja ia memikirkan sang anak. Mobil mewah milik Erwin perlahan berhenti di depan pagar. Tanpa menunggu lama, Erwin meninggalkan mobilnya begitu saja dan bergegas masuk. "Win, dari mana saja kamu?" tanya bu Sartika, tergopoh-gopoh menghampiri Erwin. E

