
Bunga Abadi (inspired song by Bunga Abadi - Rio Clappy)---"Aku bisa lihat kalau kamu suka bunga," ucap Daru pelan. "Setiap kali kamu datang, selalu cerita soal bunga."Larinda terkekeh. "Mungkin karena bunga nggak pernah menuntut apa-apa. Mereka hanya tumbuh. Kadang layu, kadang mekar. Tapi mereka nggak pernah berhenti mencoba hidup."Kata-kata itu meluncur begitu saja, namun Daru seperti terpukul oleh sesuatu. la menutup buku yang dipegangnya, menarik napas panjang. Larinda bisa merasakan udara di antara mereka menjadi lebih berat."Kamu sendiri suka bunga?" tanya Larinda hati-hati.Daru menatap meja, seolah mencari jawaban di antara serat kayunya. "Ratih... istriku... dia suka bunga."Suara Daru lirih, seperti gumam yang nyaris hilang ditelan angin. Nama itu melayang di udara—Ratih. Untuk pertama kalinya, Larinda mendengar nama itu keluar langsung dari bibir Daru.---

