Hari masih gelap, tetapi Satya sudah terjaga sejak satu jam yang lalu. Kondisi fisiknya sudah mulai membaik. Ia merasa tubuhnya lebih segar dari biasanya. Tidak ada lagi rasa lelah dan nyeri di persendian seperti yang beberapa hari ini ia rasakan. Demam yang sempat menyerang pun menguap tanpa sisa. Bukan karena obat yang ia minum manjur, tetapi karena tubuh wanita tercinta berada dalam pelukannya sepanjang malam. Ini adalah tidur ternyenyak semenjak sang istri memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka yang baru seumur jagung. Tidur dengan tenang seolah beban yang selama ini bersarang di pundaknya luruh begitu saja. Kirana adalah rumahnya, tempat ternyaman yang pernah ia punya. Dengan sebelah tangan yang digunakan untuk menyangga kepala, pria itu tak henti-hentinya memandangi wajah da

