29. Hadiah mengejutkan

1811 Kata
"Kenapa? Ada yang salah?" Ucap Rara yang bingung melihat Ekpresi Para staf yang melihatnya." Darahh! Ohh tidakk! Kau mimisan cepat Berikan Tisu.. Udinn cepat!" Panggil Manejer Rara!" Cepat cepat." Ucap panik para Staf yang melihat Rara Mimisan. 5 menit kemudian "Maaf ya aku Nggak bisa ikut dulu.. Lain kali Rara akan bergabung Kok." Ucap Rara yang Terduduk Lemah di dalam Mobil nya." Tak apa Rara tak perlu Sedih Toh Kita masih mempunyai waktu banyak.." Iya benarr Jangan sedih ya dan jaga kesehatan mu." Terimakasih untuk traktirannya." Hahaha.. Sampai jumpa!" Cepatt sembuh ya." Ucap Para Staf Yang terlihat gembira Itu. Pak Sutradara: "Hah.. Rara itu sangat baik Entah Dari mana Sekandal yang pernah mengatakan Rara itu memikiki kepribadian Ganda! Kurasa itu hanya kebohongan! Putri ku sangat suka pada nya saat pulang nanti aku akan berbicara Dan memberitahu nya." Gumaman Pak sutradara yang sangat mengagumi Rara. Breummmmmm." Suara Mobil pak sutradara dan setengah dari Staf Di Tol Palipurna, Tiba tiba terdengar Suara Laju Truk Gas dari belakng yang berjalan cepat tidak terkendali.. TINNN! TINNNN! Brakkk.. brakk." Suara benturan Mobil belakang yang di tumpangi setengah dari Staf terguling dan terbakar." Pak!.. pak! Mobil Pak Minwu dan Yang Lain nya Tertabrak Truk Gas! Dan truk itu berguling ke Arah kita." Ucap salah satu Staf." Aku tidak ingin mati! Aku harus merayakan ulang tahun Putri ku!" Pikiran pak sutradara." Huhuhu.. bagaimana ini." Ucap panik para staf." Tenang Lah!.. aku akan berusaha.. semua nya pegangan jika kita melaju lebih cepat dari truk itu mungkin saja bisa selamat!" Ucap pak sutradara langsung menambah kecepatannya dan berhasil menjauhi Truk Gas yang terguling." Berhasil! Hahaha.. kita tak jadi mati.." Ucap senang para Staf Itu." Breummmm.. tiba tiba Salah satu Bis Melaju keluar dari Jalur Yang berlawanan dan Melaju Cepat Ke arah mobil, Pak sutradara yang melihat itu Membanting Stang namun Na As Mobil nya tertabrak Pagar Jembatan Tol Dan Di tabrak Oleh Bis Itu dalam sekejap Mobil dan Bis Itu meledak Terbakar. "Pu.. putri ku Maaf kan Ayah!" Ucap Pak Sutradara Dan sekejap Terjadi Ledakan yang begitu hebat Duarrrr!.." Itu lah yang menyebabkan Persyutingan Rara di Batalkan Karena kecelakaan Beruntun. Bandara Taoxian China. Lion Ziling: "Aku sudah menyiapkan semua nya Persoalan Kantor dan Rapat rapat penting akan di Undur dan penerbangan akan Siap 2 menit lagi." Ucap nya dengan tegas. Raiyen Qin: "Ya.. Terimakasih, Istirahat lah ku tau Kau Sangat Sibuk mengurusi itu." Sebenarnya aku Tak ingin pergi Tapi Aku merasa ada yang Aneh dengan kematian Para Staf Dan semua yang mengurusi Perfileman, Aku memaklumi jika itu tabrakan beruntun saat Truk gas yang kehilangan kendali tapi bukan kah Aneh Jika tiba tiba Bus keluar dari jalur nya dan menabrak Para staf yang selamat? Setidak nya jika aku kesana aku bisa mendapat Informasi." Pikiran Raiyen. "Penerbangannya sudah siap, apa ada yang Kau butuhkan lagi?" Ucap Lion." Tidak ada.. mari, kita harus cepat bukan." Ucap Raiyen sembari bergegas pergi Menuju Pesawat." Semoga Lilia Menerima nya.. aku Ingin mencium Aroma itu Lagi saat pulang Nanti, Huh! Tak sabar!" pikiran Raiyen sembari mesam mesem sendirian." Kenapa lagi dah? Ya.. kali kemasukan Roh janda bolong lagi!" Pikiran Lion Tiba tiba menjaga jarak dengan Raiyen. Keesokan Hari nya kediaman Luz Di Ruang Keluarga. Lilia LuzQiana: "Akhir pekan paling indah! Hahahahaha.. Ibu dan Ayah sudah pulang, jadi kalian bisa mengurus kantor dan Rumah. Juga.. ada Davit! Hahahahah.. aku hanya butuh diam dan bernafas! Tentu saja aku Sangat.. bahagia." Ucap Heboh Lilia yang sangat menyukai Bermalas malasan. "Yaa.. seterah lah Sesuka mu! Tapi untuk hari ini! besok tak boleh." Ucap Vivia Luz Ibu Lilia Sembari Memberikan Kopi Kepada suami nya Yang sedang membaca Koran di Ruang Keluarga." Ahh.. Ibu bisa tidak beri Lilia waktu untuk Bermalas malasan, Lilia saja Lupa Hari dimana Lilia bermalas malasan sambil Nonton Drakor." Ucap Lilia Sembari Memutar mutar kan Jari telunjuk nya Di Lantai dengan wajah Lesunya. "Kemarin! Baru saja kemarin kau Bermalas malasan Dengan Nonton Vidio BTS Semalaman Sampai Laptop Tablet Dan Hanphone mu semua nya Lobet! Dan Kau sama sekali Tidak Merapihkan Dokumen Yang kau sisakan Minggu Lalu." Ucap Davit yang mengungkap Kebusukan Lilia secara terang terangan." E.. eee I.. itu kan.. BTS! Beda dengan Drakor!" Ucap Lilia langsung berdiri." Sama saja! Negara nya pun sama dan Kau suka sekali menghabiskan waktu untuk menonton itu." Ujar Davit langsung menjawab." Beda dong! Dari Kata nya saja sudah beda BTS dan Drakor! Aku curiga kau beneran Lulusan Harvard Atau bukan! jangan jangan kau menyuap Guru kan? Ya kan! Ya kann.." Ucap Lilia Dengan wajah konyol nya itu sembari Menyenggol nyenggol Davit." Bukan! Mana ada seperti itu! Menyuap Guru di Harvard Itu mahal tau, aku Dapat Uang dari mana?" Ucap Davit dengan Cepat." Benar juga kau kan Tak punya Uang.. Ah! Atau jangan jangan kau Merayu Guru Di Harvard dengan wajah mu yang tampan Itu kan? Katakann bagaimana kau Merayu nya.. Ayoo, Heheh.. jangan malu malu." Ucap Lilia Yang tidak Ada Akhlak itu." Idihh.. Mulut mu itu Sangat Mengerikan Ya! Walaupun setampan tampannya aku! Tidak sama sekali tuh menjual Pesona Hanya untuk hal Rendahan Lagian Otak ku ini melebihi kata Cerdas dan tak Level untuk menyuap Atau menjual Diri." Ucap Davit dengan nada Sombong nya." Hilih.. Bangga! Yang paling berguna di tubuh mu palingan hanya wajah dan Otak mu yang besar!" Ucap Lilia yang tidak mau kalah." Woi.. setidak nya Otak Gua lebih Besar Dari Lu! Jika Di keluarkan palingan kau akan terpesona." Ucap cepat Davit dengan wajah nyolot nya. "Sudah sudah! Umur kalian tuh sudah berapa hal kecil saja pada Ribut! Atau kalian mau Ibu Nikahin satu satu agar Tau sifat dewasa tuh gimana?" Ucap Vivia Luz." Yaa.. mungkin harus begitu Aku akan mencari Jodoh nya besok, Hmmm.. Atau sekarang kah?" Ucap Luziang Ayah Lilia Tiba tiba ikut ikutan." Tidaakkkk!!!!" Ucap cepat Lilia dan Davit." Tidak? Jadi apa yang harus kalian lakukan sekarang?" Ucap Vivia Luz menatap Lilia dan Davit. Lilia LuzQiana: "Lilia tidak akan Bertengkar lagi dengan Davit dan Lilia akan mulai mengurangi Nonton Bts dan Drakor." Ucap Lilia yang terlihat patuh. "Dan kau Davit? Apa yang harus kau lakukan?" Ucap Vivia Luz menatap Davit. Davit Morgan: "Aku Akan merapihkan sikap Ku lagi, maaf jika Davit membuat Bibi tidak senang, seharus nya Davit tidak melakukan Hal ini Di depan paman dan Bibi, Davit sungguh menyesal dan.." Ucap patuh Davit namun tiba tiba di sela. "Siapa yang tidak senang? Bibi malah mau berterimakasih karena selama di singapur kau telah menjaga Lilia dengan baik dan membuat nya menjadi berguna di Perusahaan Makeup Luz.. Lilia memang Bocah kau harus Memaklumi nya ya.. Hahahah Andai Bibi mempunyai Anak Laki laki Pasti akan seperti mu." Ucap Vivia Luz sembari Mengusap ngusap Kepala Davit." Kata kata jadi berguna ibu Sungguh menyakitkan.. Mana ada seperti ini anak ibu Davit atau Aku." Ucap Lilia sembari merengek." Kau anak Ayah kalian sama sama malasnya! Davit baru anak ibu!" Ucap Vivia Luz Langsung memalingkan wajah nya." Hahahaha.. Tak apa, Siapa anak Ayah marii Sini." Ucap Luziang Langsung menepuk nepuk Lilia." Ibu sungguh keterlaluan Huh!" Gumaman Lilia langsung menatap tajam Davit." Hih!.. Tatapan apa itu! Jelek sangat jelek." Pikiran Davit yang mengetahui Arti tatapan Lilia. Ding.. Dongg.. Ding Dongg suara bel Tiba tiba berbunyi. Bibi Ani: "Maaf Nyonya dan Tuan Ini ada sebuah Hadiah untuk Nona Lilia." Ucap Bibi Ani si pengurus Rumah. Lilia LuzQiana: "Aku? Siapa yang mengirim kannya? Aku kan tak punya teman! Palingan Hanya Davit Si Ikan julung!" pikirannya Sembari menerima Hadiah itu." Ahh.. terimakasih, Bibi sangat Aktif ya jika mendengar bel berbunyi. Bibi Ani: "Haha.. mungkin sudah kebiasaan, Bibi permisi Dulu Takut gosong makanan yang di dapur." Ucap nya dengan sopan bergegas pergi. "Wahhh.. ternyata Anak ayah sudah memiliki teman Ya? HOHOHO.. atau pacar." Ucao Luziang dengan nada menggoda." Siapa yang mengirim nya dan apa itu Ayo dong buka Ibu penasaran." Ucap Vivia Luz dengan wajah penasarannya. Lilia pun langsung membuka sebuah kotak berwarna Ungu tetapi setelah di buka terdapat lagi kotak berwarna Kuning dan setelah di buka lagi terdapat kotak berwarna biru dan setelah di bukan lagi terdapat kotak berwarna Ijo Toska Lilia pun menyerah Namun Karena Davit Kesal dan sangat penasaran Davit langsung membuka kotak itu lagi dan terdapat sebuah kota warna pink Yang Berisi 4 botol Parfum Tous Oh besertai Kelopak bunga mawar Putih dan merah yang diletakann di bawah Parfum itu dan terdapat sebuah Surat yang berisi" Ini Hadiah untuk Saran yang kau berikan, Jangan coba coba dikembalikan! kau sendiri yang meminta nya bukan? Dan kurasa Parfum ini sangat Cocok Untuk tubuh mu seperti dulu, Pakailah setiap kali kita bertemu By: Presiden Qin." Presiden Qin? Sungguh pria Genit dan tak bermartabat bisa bisa Ia mengirim ini!" Pikirannya Yang terlihat Kesal Dan tak sengaja Meremas Surat itu." Hei! Apa itu Isi nya? Kenapa kau Lihat dan baca Sendiri! Berikan!" Ucap Lilia langsung merebut kertas itu dan membaca nya." Pe.. presiden Qin!" Ucap kaget Lilia sehabis Melihat Surat itu. "Presiden Qin? Siapa presiden Qin itu? Kenapa sampai mengirim kan Parfum yang berisi Bunga mawar?" Ucap Ayah Lilia." Di.. dia Hanya Rekan bisnis." Ucap cepat Lilia." Hohoho.. mana ada rekan Bisnis yang mengirimkan Hadiah Parfum yang kau sukai dan berisi mawar putih dan merah Aaaa.. pa jangan jangan kau dan di..a" Ucap Ibu Lilia Dengan nada menggoda nya." Tidak! Tidak ada apa pun! Sudah Lah Lilia mau ke atas!" Ucap nya dengan cepat berlari ke Kamar nya." Apa sih Ibu kan hanya bercanda dia baper sekali sudah lah! Yuk sayang antar aku ke toko Bu Sari aku kangen dengan kue buatannya." Ucap Vivia Luz Langsung menarik Luziang Yang mencoba kabur namun sudah terlambat." Huhuhu.. kopi.. kopi ku! Davit tolong paman." Gumaman Luziang Yang di seret Vivia Luz. Davit Morgan: "Hahaha.. Maaf paman." Ucap nya yang hanya bisa tersenyum." Kenapa Presiden Qin mengirim kan itu dan apa maksud Dari perkataan nya? Sebenarnya Apa yang terjadi Kemarin? sepertinya aku tak bisa menyepelekan Hal ini kalau tidak bunga yang sudah ku rawat dengan Indah akan di petik dengan tangan Kotor!" Pikiran kesal nya sembari menggigit bibir nya. Malam Hari pun datang dan entah mengapa malam ini terasa Dingin dari malam sebelum nya. Huff.. Huf Suara Lilia yang sedang menghangatkan Dirinya dengan menggosok gosokkan Tangannya." Kenapa Malam ini dingin Sekali! Seharus nya aku tak usah mandi tadi, nyalakan Penghangat Saja lah." Ucap nya bergegas menyalakan penghangat Ruangan dan Langsung Terbaring di Atas kasur nya sembari melihat Atap Atap kamar nya, tik.. tok.. tik.. tok suara jam yang terdengar jelas di kamar Lilia yang sunyi." Hari ini sungguh Kosong! Mungkin karena orang itu sedang pergi ke luar negri Tapi aneh sekali biasa nya dia akan Terus menerus Menyepam Ku dengan Emot "Lapar!" Huft Senang tapi juga merasa kehilangan sebenarnya apa ini? Eh masa sih! Ngapain juga aku bicara seperti ini! Hmmm.. tapi soal parfun itu? Apa maksudnya dengan Wangi tubuh ku seperti dulu? Perasaan aku baru bertemunya saat kembali ke Shenyang! Entahlah aku merasa ada yang Aneh!" Gumaman Lilia sembari menoleh ke kanan tempat tidur nya yang terdapat Sebuah Kotak Parfum pemberian Raiyen.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN