30. Ada yang aneh

1709 Kata
2 hari sesudah pemakaman. Tap.. tap.. tap tiba tiba terdengar suara Langkah kaki di Ruang yang tak berpenghuni dan kotor." Lapor Saya Andreh ketua Tim 3, Kami sudah menyelidiki Tentang kecelakaan 2 hari yang lalu, Tim kami tidak sama sekali menemukan sesuatu yang janggal tentang kendaraan yang di kendarai, Mobil Truk Gas mengalami ketidak seimbangan dan Bus Mengalami Rem Blong yang Tiba tiba, kami juga susah menyelidiki Karena Cctv semua nya Hancur." Ucap Andreh ketua pasukan 3 kemiliteran keluarga Qin yang di utus Raiyen menyelidiki kecelakaan Yang di Alami para Staf dan Kru persyutingan Yang akan Rara Mainkan." Sebenar nya apa Yang terjadi? Mengapa aku tak bisa menemukan keanehan apa pun dari kecelakaan itu, Rekaman CCtv pun hancur dan saat itu tidak ada saksi mata semua nya Mati tanpa Tersisa Walaupun itu kecelakaan besar seharus nya Ada satu atau dua orang yang masih Hidup walaupun terluka!" Fikirannya Lansung mengerutkan Kedua Alisnya." Hm... Begitu Ya, Lalu tentang Jasat para korban?" Ucap Raiyen sembari Menatap ketembok membelakangi Andreh." Soal para Jasat kami menemukan Sedikit kejanggalan tapi belum kami pastikan kebenarannya mungkin itu hanya Dugaan kami, Tuan Qin tak perlu menghiraukannya." Ucap Andreh dengan tegas." Bagaimana kau tau jika itu Tidak Benar? Sedang kan kau sudah mencari nya dan menemukan ada yang janggal? Katakan aku ingin mendengar nya." Ucap Raiyen tiba tiba penasaran dengan yang di katakan Andreh." Sesuai Keinginan Anda, Kami menemukan Goresan Pisau di Leher salah satu korban namun karena semua Daging dan Kulit yang sudah terbakar kami hanya bisa Menyelidiki nya dari retakan Tulang di leher akibat Tebasan Pisau, kami menduga Ia mencoba melakukan perlawanan namun karena Kondisinya Parah Ia Kalah." Ucap Andreh menjawab patuh Raiyen. Lion Ziling: "Bagaimana kau bisa Memberikan Informasi yang baru Dugaan saja? Kami membutuhkan Kebenarannya! Berani berani nya Kau buka mulut untuk hal yang kosong di depan Raiyen." Ucap nya langsung mennyela Pembincaraan. Raiyen Qin: "Cukup Lion, jika menerut mu begitu! Apa yang membuat mu tidak yakin dengan Apa yang di kata kan Andreh? Kuharap kau memiliki jawaban yang tepat." Ucap nya langsung menatap Lion. " Tentu saja karena aku tidak Akrab dengan Dugaan, bukan kah kau Merasa Aneh? Jika Orang itu benar selamat dari kecelakaan Pasti dia akan menjauh Dari mobil dan jika Benar Ia di Bunuh oleh seseorang bukan kah Ia akan mati di tempat Saat Ia berusaha Lari dari mobil itu? Dan kenapa Mayat nya bisa berada di dalam mobil? Bukannya di tempat saat Ia berusaha Kabur? Seharus nya kau Sedikit Lebih pintar ketua Tim 3!" Ucap ketus Lion melirik Andreh." Maaf.. Ini memang hanya Dugaan semata, saya yang bodoh berani memberikan Informasi Kosong kepada Tuan Qin." Ucap Andreh sembari merunduk." Tak Apa.. Ini bukan Salah mu, Kerja bagus.. tugas mu sudah selesai kembali lah Ke Shenyang." Ucap Raiyen sembari menepuk nepuk pundak Andreh dan memberi isyarat Untuk tetap melanjutkan Penyelidikkan nya, Andreh pun yang mengetahui Isyarat Raiyen Ia bergegas pergi dengan wajah penuh ambisi. Lion Ziling: "Kau jadi Bodoh Ya, seharus nya kau tak Akan di tipu Oleh Dia, memang benar Sekali pria sudah Bertemu dengan wanita, pria itu akan berubah menjadi bodoh." Ucap Ketus nya berjalan Pergi. Virkon yang mendengar Ucapan ketus Lion yang di arahkan untuk Raiyen Virkon Pun tak ingin tinggal diam Ia berusaha mau melawan Lion namun di hentikan Raiyen." Ya terkadang Seorang pria Akan menjadi bodoh dan melakukan apa pun untuk Wanita, Itu memang Takdir Alam." Ucap Raiyen langsung menjawab perkataan Lion, Lion yang mendengar perkataan Raiyen Seketika mengepal keras Tangannya dan berjalan Pergi." Bukan kah Itu keterlaluan? Dia Terlalu berdangak sampai Lupa Seberapa Rendah nya Dia. Jika aku jadi kau aku akan Melahap Abis Orang itu dalam satu Mangapan!" Ucap ketus Virkon Bawahan Raiyen yang di utus menjaga Wiliyah Qin di Amerika. "Wuahahaha.. Kau lagi dateng Bulan ya? Biasa nya para wanita akan bilang Seperti itu jika sedang Dapet!" Ucap Raiyen Sembari Tertawa." Dateng Bulan? Memang nya milik kita bisa mengeluarkan itu! Lagian Sifat Lion Telah berubah! Apa kau tidak merasakannya Atau memang pura pura tidak tahu?" Ucap Virkon." Maksud mu Kau Curiga Terhadap Lion?" Ujar Raiyen." Bisa Ya! Bisa Tidak! Yahhh.. kau tau Kan Insting ku selalu benar makanya di jadikan Orang orang mu! Tentu saja Manusia itu tidak ada yang sempurnakan?" Ucap Andreh langsung menjawab." Hm.. Berubah? Aku memang Sudah merasakannya Dari Cara Ia Berbicara Bahkan Bertindak tidak sesuai perkataan, Aku selalu menggap itu Kelalaiannya, tapi semoga yang di katakan Virkon Itu salah Aku akan percaya Ketidak sempurnaan seorang manusia saja." Fikiran Raiyen Bergegas pergi dari ruang Itu diikuti Virkon yang mengawal dari belakang. Kota Shenyang kantor Makeup Luz. "Kau lihat Itu nggak?"kenapa kenapa? Ada Gosip baru?" Iss.. bukan gosip! Itu loh Nona Lilia, kau tak melihat ada yang Aneh?" Kenapa? Perasaan kaya biasa nya deh!" Bukan loh 2 hari terakhir ini Dia selalu tersenyum dan terlihat Rapih! Tidak seperti biasa nya." Eh? Iya juga ya 1 minggu yang Nona Lilia terlihat kucel dan berantakan juga suka sekali keluar." AH.. bagus deh Akhir nya Nona Berkarisma Kita kembali." Yahh.. mungkin karena Pak.." Ucap Para Pegawai Yang melihat Lilia mondar mandir dengan senyum lebar di wajah nya namun siapa sangka akan berubah dengan Cepat. Davit Morgan: "Kau terlihat senang, apa karena Pak Presiden Luz Sudah kembali? Jadi pekerjaan Lebih mudah 2 kali?" Ucap Davit yang terus mengikuti Lilia Mondar mandir. Lilia LuzQiana: "Kau itu bermuka 2 Ya! Panggil seperti Biasa saja seperti paman Luz! Aku merasa Enek jika kau memanggil nya seperti itu." Ujar nya tiba tiba berhenti. "Beda Wilayah Ya beda Bahasa! Aku menyesuaikan Mana sedang bekerja dan Di rumah Tau!" Ucap Davit langsung menjawab." Heleh.. Cih! Gapunya muka makanya Nyari muka." Ucap Tengil Lilia dengan wajah konyol nya." Aku tidak mencari muka tau! Hentikan wajah Konyol mu itu." Ucap kesal Davit." Yu.. Huuuu aku nggak Dengar! Seperti nya aku harus Cari kuping Hehehe.." Ujar Lilia kembali membuat Davit Kesal." Oh Ya? Mau ku ganti dengan Telinga baru? Kemari!" Ujar Davit Dengan wajah seram nya ingin meringkup Lilia dengan kedua tangannya namun Lilia berhasil melarikan Diri dan berkata." Wajah Doang Ganteng! Tapi kurang Gesit! BUAHAHAHAHHAHA..!" Dasarr!!! Kemari kau bocah nakal!." Ucap Marah nya langsung mengejar Lilia seperti Kucing dan Tikus. Shhhhhhh.. shhhhhh Angin musim Semi yang berhembusan Di Taman Kantor Makeup Luz. Uffffff.. Haahh suara tarikan dan hembusan Nafas Lilia yang sedang menikmati Angin musim semi." Damai sekali.. Andai hanya ada musim Semi, Davit lama sekali aku Jadi mengantuk.. Aku ingin Tidur nggak Apa kan? Sebentar saja." Gumaman Lilia Yang takut saat Ia tertidur akan mengalami Mimpi buruk lagi Namun karena Hembusan Angin Yang mengiringi seperti lagu tidur Sekedip demi sekesip Lilia mulai Menutup Mata nya dan tertidur Di Bangku taman dekat pohon Sakura Taps!.." Hei! Kau Tunduk lah! Aku tidak akan Menjadi Babu mu lagi! Makan itu makan! Kau memohon Ampun? Cium kaki ku dulu Hahhaa." Sekilas Isi dari Mimpi Lilia yang berhasil mendapat kelemahan Raiyen dan menghukum nya." Hehehe.. Cium kaki ku.. Kaki Ku Ciummm!" Gumaman Lilia Yang sangat menikmati mimpi nya sampai Tidak menyadari Ia tertidur di Atas Bahu Raiyen." Aku akan mencium nya saat sudah Sah Nanti." Gumaman Raiyen yang melihat Lilia berbicara Seperti itu dan mencoba membangunkan Lilia dengan menoel noel Hidung nya." Bangunn.. Air Liur mu bisa Membanjiri Satu Kota Loh." Ujar Raiyen." Lilia terbangun namun masih tidak sadar Dia hanya bisa berkedip dan berkata." HAHA.. Kau? Cium kaki ku cepat!" Ucap Lilia yang melihat Wajah Raiyen." Hehe.. Lucu Sekali! Bagaimana dengan Bibir mu saja? Sama sama Nikmat bukan?" Ucap Raiyen sembari menyeringai memegang Dagu Lilia. Lilia LuzQiana: "Ini Nyata? denyut jantung nya pun nyata? Ini bukan mimpi!" Ucap Lilia Tiba tiba mendekatkan Telingaanya ke d**a untuk mengetes denyut Jantung Raiyen. Raiyen Qin: "Jauh han sana! Air Liur mu membasah hi baju ku tau! Menjijikan! Apa maksud mu Mimpi?" Ucap ketus Nya yang sengaja menjaukan Lilia dari d**a nya karena Jantung nya akan berdegup kencang jika dekat Lilia. "Mimpi? Hahaha.. siapa yang bilang mimpi? Ini benar Kau kan? Kapan kau sampai? Dan se.. jak." Ucap heboh Lilia namun Raiyen menutup mulut Lilia dengan Jari telunjuknya." Jangan banyak bicara Hapus dulu Air Liur mu itu!" Haha.. mana ada Air Liur ini Hanya.. Ucap Lilia yang seketika Loading." Hanya Air yang jatuh dari Awan!" Hah! Benar benar! Kenapa harus Mengeluarkan Aur Liur Saat Di depan Dia si! Duh! Gara gara Angin nya Nih sepoi sepoi!" Pikiran Lilia yang sangat malu dan tak bisa berkata kata mencoba menghapus Air Liur nya namun Selalu salah karena gugup. "Hapus Air Liur saja Tidak Bisa, bagai mana kau akan mengurusi Anak kita Nanti." Ucap Raiyen sembari Mengelap air Liur Lilia dengan Lembut." A.. anak? Kita! Hahaha.. Talinga ku seperti nya butuh Linggis!" Ucap Lilia yang sangat terkejut. Snif.. Sinf" Mmmm.. Kau memakainya Ya? Harum.." Ucap Raiyen Mengendus ngendus Di dekat Leher Lilia." Te.. tentu saja! Kan kau yang suruh!" Ucap Gugup Lilia dengan wajah yang merona." Kalau begitu Apa kau akan Patuh jika aku meminta Hal ini." Ucap Raiyen yang tiba tiba mengecup Leher Lilia dan menatap Lilia dengan tatapan memohon." Hmm.. Apa ini sihir? Kenapa mulut ku tidak Bisa bicara.. seakan tubuh ku Mengiyakan." Pikiran Lilia yang terlarut dalam pesona Raiyen dan tanpa di Sadari Bibir mereka Saling bertemu disertai Lidah Yang saling mengemut. Tap.. tap.. tap suara langkah Kaki yang mencoba mendekat. Davit Morgan: "Lilia? Kau masih di sana?" Ucap Davit yang hanya melihat Baju Lilia karena wajah Lilia dan Raiyen tertutup Tangkai Pohon Bunga sakura yang lebar. "Akhhhhh.. Hos! Hos! Men.. menjauh!" Ucap kaget Lilia langsung mendorong Raiyen." Bodoh! Bodoh! Apa yang barusan aku lakukan? Ci.. ciuman pertama ku! Oh tidak! Aku? dan dia!" Ucap syok Lilia yang hanya bisa berdiri sembari memasang wajah Syok berat nya." Ahhh.. kau disini Rupa nya kenapa Tidak menjawab ku tadi? EH! Presiden Qin?" Ujar Davit yang terkejut melihat Raiyen duduk terdiam di Kusri taman Itu." Apa ini sikap mu bertemu dengan Rekan bisnis?" Ucap ketus Raiyen." Ah! Selamat Sore Pak Presiden Qin, maaf atas kelalaian dalam sikap saya." Ucap Davit langsung membungkuk." Ck.. ck.. mengganggu!" Gumamannya tanpa membalas Sapaan dari Davit." Heh? Sumpah kalo aja mulut gua Gede Gua makan satu lahapan!" Pikiran kesal Davit yang merasa di Abaikan." Hehe.. pantas saja Angin berhembus sangat kencang ternyata Ada badai di sini, kira kira Apa Alasaan kali ini Pak Presiden Qin yang terhormat datang Saat selesai jam kantor." Ucap ketus Davit sembari tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN