31. Rahasia kita

2379 Kata
"Hehe.. pantas saja Angin berhembus sangat kencang ternyata Ada badai di sini, kira kira Apa Alasaan kali ini Pak Presiden Qin yang terhormat datang Saat selesai jam kantor." ucap ketus Davit sembari tersenyum. Raiyen Qin: "Rasa Ingin Tahu mu sungguh besar Ya? Aku jadi semakin tertarik kepada mu!" ucap Raiyen langsung berdiri dan berhadapan dengan Davit. "Hehe.. kalau begitu Bisa kah kau langsung menemui ku saja?" ucap Ketus Davit." Hmm.. kalau begitu kau harus membuat janji terlebih dahulu karena tidak sembarangan Orang bisa bertemu dengan ku." ucap Raiyen Membalas Sindiran Davit." Arghhhhh.. bisa kah kalian Diam! Pendengaran ku Hampir mau pecah tahu! Sini berikan minum nya!" Teriakan Lilia yang mencoba mengerai Perselisihan Davit dan Raiyen sembari merebut minuman dari Davit dan meminum nya Tanpa Jeda Glek.. Glek.. Glek." Minum nya pelan pelan saja bibir mu akan Terluka Nanti." ucap Khawatir Davit yang melihat Lilia Minum dengan Cepat, Lilia yang mendengar ucapan Davit Ia langsung mengingat Saat Ia berciuman dengan Raiyen dan tanpa sengaja Lilia menyemprotkan Air Yang ada di mulutnya kewajah Davit." Ah! Maaf maaf A.. aku tak sengaja! Duh gimana ini!" ucap Lilia yang terlihat kewalahan mau mengelap Air yang ada di wajah Davit namun sama Sekali tidak mempunyai sapu tangan atau kain yang bisa mengelap Air di wajah Davit, Raiyen Yang melihat Itu pun tak bisa menahan tawa, Ia hanya bisa Tertawa kecil namun terlihat jelas." Kau bisa tertawa juga Presiden Qin?" Ujar Davit yang merasa kesal karena Di tertawai." Tentu semua orang bisa melakukan itu, Hah! Aku harus pergi." ucap Raiyen bergegas pergi Namun tiba tiba berhenti." Yang tadi ituu.. Hehehe Terimakasih aku akan membalas nya Nanti." ujar Raiyen yang sengaja membuat Lilia tersipu malu dan pergi begitu saja. " Huft! Bisa gila aku! Untung saja dia pergi." Gumaman Lilia yang Agak merasa tenangan." Kau baik baik saja? Kenapa keringatan Begitu? Cuaca nya terlalu panas ya?" ucap Davit." Ti.. tidak Kok! Mari pulang aku Sangat lelah." ucap Lilia bergegas pergi." Kau lupa sesuatu? Wajah ku masih basah Loh." ucap Davit seketika membuat Lilia berhenti." I.. itu kan salah mu! Lagian di mobil ada sapu tangan kok! Ayo cepat!" ujar Lilia bergegas pergi." Apa salah ku? Kurasa aku hanya Mengkhawatirkannya tadi." Gumaman Davit sembari cemberut Mengikuti Lilia. Jam 05:15 Di Apartemen Venos tempat yang Rara tinggali. Clang! Srhhhhhhhh.. Suara Botol Bir yang dibuka dan dituang ke gelas." Aku harus memberimu Apa untuk di tukar Dengan Benda Itu?" Ujar Rara melangkah demi Selakang menuju tempat duduk Lion Dan menyodor kan Segelas Bir." Kurasa tidak ada yang kubutuhkan dari mu." Ucap Sinis Lion Sembari menerima Minuman Itu." Hmm.. Jika Dengan Ini." Ujar Rara Memasukan Bir itu ke mulut nya sembari duduk di pangkuan Lion. Dan tak sengaja Lion menyenggol Gelas Itu yang membuat Semua Bir nya jatuh ke Atas d**a Rara." Bagaimana ini, Tubuh ku jadi basah kau kan tahu aku lemah terhadap kedinginan." ujar Rara sengaja Membuka Baju mandi nya untuk menggoda Lion." Kau itu.. sengaja kan?" ucap Lion." Jadi kau sudah mencurigaiku ya? Rara kan tidak seperti itu." Ucap Rara yang mencoba Merayu dengan menempelkan d**a nya ke Lion yang membuat Lion mendapat Rangsangan." Grep.. tap.. tap.. tapp Suara langkah kaki Lion yang mengangkat Rara Ke tempat yang lebih nyaman." Rekaman Cctv nya? Kau tak akan membohongiku kan." Ucap Imut Rara sembari menggigit Bibirnya. "Asalkan Kau janji tidak melakukan Hal seperti itu lagi." Ucap Lion menurunkan Rara dengan sangat Hati hati. Bruk! " Hehe.. Mau Gaya seperti apa?" Ucap Rara yang sudah tergeletak di Atas Kasur yang terlihat nyaman dan lembut itu." Seperti Biasa saja.." Ucap Santai Lion langsung memangsa Rara. 4 jam kemudian jam 08:00 tepat masih di Apartemen Venos."Hmmmm.. Pegal Sekali! Dia jadi begitu Enerjik! Dan Ihhh.. wangi nya sudah menyebar di tubuh ku aku harus cepat cepat Mandi!" Pikiran Rara Yang Ingin turun dari kasurnya namun Lion Terbangun." Mmmm.. Ingin Kemana? Bisa kah Tidur sebentar lagi." Ucap Lion sembari memegang Pinggul Rara. "Duh jangan begitu dong, Aku pergi Dulu ya, Ada Urusan Yang harus aku Lakukan." ucap Rara Melepas pegangan Lion bergegas pergi Drap.. Drap." Lagi lagi Ditinggal kan! Seharusnya Aku mengasih chip nya Nanti saja!" Gumaman Lion sembari meratapi Atap atap Kamar nya." Wahh..Gila tuh Orang! 4 jam aja belum cukup! Kalau aku tak butuh Ini Chip, Sumpah Geli! Bau nya nggak bisa ilang ilang lagi! Haha.. tapi Sekarang sudah Aman tidak ada yang mengetahui Kebenaran Itu selamanya akan menjadi Rahasia." Ucap Rara Yang berhasil mendapat kan Chip satu satu Rekaman Cctv Di Tol palipurna. 2 hari yang Lalu di Tol Palipurna saat terjadi nya kecelakaan beruntun." Hos.. Hos.. dikit lagi! Sedikit lagi!" Ucap pak sutradara Yang berhasil selamat Dari ledakan karena terpental saat Ledakan terjadi dan berusaha Kabur dari Tempat itu dengan menyeret nyeret tubuh nya yang berlumuran Darah." Putri Ayah.. Ayah Selamat Huhuhu.." Ucap nya yang tak sengaja Meneteskan Air mata nya. Tap.. tap.. tap tiba tiba terdengar suara Langkah Kaki." Rara! Rara! Aku disini! Syukurlah kau datang Tolong bawa aku! Sebentar lagi putri ku akan merayakan Ulang tahun nya setidak nya Sebelum aku mati aku ingin merayakan ulang tahun nya untuk trakhir kali nya!" Ucap pak sutradara yang melihat Rara beserta 1 laki laki yang memakai Baju serba Hitam berserta pakaian yang di pakai Rara." Pak Mung jaemin? Kau ada di sini? Kenapa kau bisa selamat? dan beraninya kau masih bernafas!" Ucap Rara Langsung menghampiri Mung jaemin." Haha.. Entahlah kenapa aku bisa..? Rara? A.. apa Yang kau bicarakan Tadi?" Ucap Pak sutradara Tiba tiba tersadar." Kau tak salah dengar kok! siapa yang memberimu keberanian UNTUK TETAP HIDUP?" ucap Rara sembari berbisik di telinga Pak Mung jaemin si sutradara." Haha.. Ayolah jangan bercanda ini sangat menyeramkan! Cepat bantu aku." Ujar pak Mung jaemin yang masih belum memahani situasi." Rupanya kau itu bodoh Ya! Entah mengapa kau di pilih jadi sutradara Filem Tetapi tidak bisa membedakan mana yang nyata dan bohongan! Hah sudah lah.. kau cepat Selesai kan, Hei Pak Tua Siapa suruh kau masih tetap hidup padahal kan aku menyiap kan hal yang mudah seperti digigit nyamuk! Kau sendiri loh ya yang memilih di sayat pisau!" ucap ketus Rara sembari menatap tajam Pak Mung Jaemin bergegas pergi. Goni yang mendapat perintah dari Rara Ia mulai mengelurkan Pisau nya." Rara! Kumohon hentikan! Aku harus bertemu putri ku! Kumohon kau boleh membunuh ku jika aku sudah bertemu putri ku! Rara! Bukan kah Kau Dewi Kebahagian?" Teriakan Pak Mung jaemin." Ya! Aku memang Dewi kebahagiaan Tentu Saja aku Bisa merebut Kapan pun kebahagiaan itu!" Ujar Ketus Rara." Putri.. Putri ku! Dia sangat mengagumimu bahkan Ia Tak Rela jika Melihat Foto mu ter sobek!" Teriakan kembali Pak Mung Jaemin." Baiklah aku Berterimakasih Untuk Putri mu! Tapi Aku tak perduli aku hanya perduli kau harus mati sekarang." Ujar Kasar Rara." Kenapa? Apa alasan nya kau berbuat ini! Kau Telah Merenggut Begitu banyak Nyawa apa lagi dia adalah Rekan Mu!" Ucap Pak Mung Jaemin." Alasan?.. Karena aku harus kembali ke kota Shenyang Secepat mungkin, karena Kalian Begitu semangat dalam Syuting ini tentu saja aku tak akan bisa kembali, tapi jika kalian semua mati Bukan kah keinginanku akan terkabul." Ucap Rara." Kau sangat kejam! Sinting! Iblis! Kau benar benar Gilaa!" ucap pak Mung Jaemin dengan nada memakinya Rara yang mendengar Itu Pun kesal dan Meremas Mulut Pak Mung jaemin Sembari mengambil Pisau yang Ada di tangan Goni Si Mafia." Kau Berani bilang apa Tadi?" Ucap Rara meremas kuat Mulut Pak Mung Jaemin." Kau Gila!! Benar benar Gila, Sampai kapan pun kau tak akan pernah bahagia bahkan kau tak akan sama sekali memiliki keturunan! Hidup mu akan kacau balau! berantakan! Seperti Mobil Yang ada di sana! INI KUTUK KAN KU RARA!!" Teriakan Pak Mung Jaemin seketika membuat Rara Terkejut Dan tiba tiba Goni Langsung Menebas Pak Mung jaemin." Kau Tak Apa Nona?" Ucap Goni yang melihat Rara terus melamun." Cih! Darah yang menjijikan!" ucap Rara yang tiba tiba tersadar dan Membersihkan Cipratan darah itu. "Mmm.. Apa kutukan Itu akan Terjadi suatu saat Nanti?" ucap Rara yang masih memikir kan Kutuk kan Pak Mung Jaemin." Aku tak percaya Nona akan percaya pada Tahayul!" Ucap Tegas Goni." Hahahaha.. Aku bodoh untuk apa aku memikir kan ini! Kau Cepat lah Letakkan Mayat Itu kedalam Mobil yang terkabar. Agar tidak ada yang curiga, jika kita membuang Jasat nya, mungkin saja Polisi Akan curiga karena salah satu mayat Ada yang menghilang! Dan bersihkan sisa Darah Ini Cek semua Cctv pastikan Tidak ada barang bukti yang tersisa." ucap Rara bergegas pergi menaiki mobil nya. Keesokan Pagi nya Di Kantor Makeup Luz disana terjadi kegemparan karena semua Nya terkena Marah Lilia Dari Awal masuk sampai Jam makan siang." Hah! Capek sekali! Kira kira ada Apa sih sampai Nona Lilia seperti itu?" Entah lah kan biasa nya saja Ia menyuruh kita kerja santai santai saja, lah sekarang di buru buru, serasa di kejar Maling!" Bukan gitu Perkataan nya i***t!" Eh iya.. serasa Ngejar maling Wkwkwk.. maap maap." Hah Au ahh.. Ehh eh! Tuh ada Orang nya! Ayo kerja kerja." Rumpian Para Karyawan Yang tertekan Karena Lilia terus menyuruh nya bekerja." Ohhhh.. Enak ya Santai santai Cepat selesaikan Laporannya Dalam 15 menit lagi! jika tidak kalian semua tidak akan mendapat Jatah makan siang!" Teriakan Lilia yang seketika membuat para Karyawan Kerja dengan Otak yang mau meledak dan bergegas pergi menuju Ruang CEO." Bukan kah itu keterlaluan Ada apa dengan Lilia hari ini ya? Sedih nya aku juga kena marah marah padahal hanya duduk di tempat yang biasa aku duduki, dan tak sengaja menyenggol Lengan nya! Itu saja Ia langsung marah marah Tak jelas! Lebih baik aku pergi saja membelikan Kue Jahe Agar dia merasa Baikan." Ucap Davit Berjalan Pelan pelan." Ingin kemana? Kau jadi suka kabur kaburan Ya?" ujar Lilia memegang pundak Davit." A.. aku Hanya I.. ingin." Ucap Gugup Davit karena melihat Ekspresi Lilia yang menyeram kan." Sudah lah! Cepat Sebut kan apa yang harus ku Lakukan tentang Kerja sama Yang menyebalkan itu." ucap Lilia sembari menurun kan tangan." O.. oh Hari ini jam 2 kau akan Ke tempat Pemotretan Artis Rara Ayundira Pak Qin sendiri Yang meminta Kau datang untuk menyesuai kan Makeup Apa yang Bagus. Namun jika kau tak mau aku bisa mewakilkan mu." ucap Davit langsung menjawab." SEENAKNYA! dasar k*****t sialan! Hos.. hos.. tak perlu biar aku saja! aku akan membuat Artis nya Menjadi jelek karena Makeup yang ku pilihkan! Hehehehe.." Ledakan Lilia dengan tawa yang mengerikannya." Su.. sungguh! Me.. menyeramkan!" Fikiran Davit yang melihat Ekpresi Lilia sampai membuat buku kuduk nya merinding. Gedung Pemotretan QinTaimen. "Kalau di Lihat lihat Tempat nya Bagus juga, Yaa.. memang sih Kelurga Qin Hampir memiliki Semua Daratan di kota Shenyang Selain Rumah ku Dan Faselitas yang ku punya! Dan semua harta nya Kini di pegang Si Qin Gila!" Gumaman Lilia yang melihat sekeliling Apartemen Mewah Qintaimen yang hanya khusus untuk pemotretan Artis WolldenQin." Dengan CEO Lilia? Perkenalkan Nama Saya Sonnya Direktur yang mengurus QinTaimen, Silahkan Ikuti saya." Ucap Sopan Sonnya Di rektur QinTaimen Yang di Utus Raiyen Qin memandu Lilia." Seperti yang Anda katakan." Ucap Sopan Lilia langsung mengikuti Sonnya." Berani nya Ia menyuruh Orang lain untuk menjemputku! Ngomong ngomong tempat sebesar ini Ia berada di mana si? Kaki ku mau copot nih!" Gumaman kesal Lilia yang hanya mengikuti Sonnya sengaja Berjalan memuteri Gedung QinTaimen. "Sesenang Itu kah, Karena Kau sudah kembali ke Shenyang dengan cepat?" Ucap ketus Raiyen." Haha.. tentu saja jika aku bisa bertemu dengan mu!" ucap Rara langsung menjawab." Rupanya kau tak Sedih dengan meninggal nya Para staf Dan yang di alami Pak Mung Jaemin, 3 hari yang lalu?" ucap Santai Raiyen langsung menatap Rara." Ha..Ha.. bagaimana aku bisa senang dengan meninggal nya para teman baru ku, aku juga sedih dan ikut berduka Cita namun tak perlu selamannya bukan? aku juga butuh bahagia." Ucap Rara langsung menjawab tanpa Ragu." Teman Ya?.. bagaimana dengan Teman mu yang telah Kau lupakan? Maksud ku Lilia." ujar Raiyen. Dheg!" Li.. Lilia Ya? Mana mungkin aku melupakannya Toh dia juga sedang di singapur aku tak mungkin bisa bertemu dengan nya bukan kah Dia di jaga sangat ketat." ujar Rara." Oh.. jika kau di pertemukan dengan nya Lagi Apa yang akan kau lakukan?" ucap Raiyen sembari Memutar mutar Gelas Bir yang kosong itu." Heheheh.. jika seperti itu aku akan memeluk nya dengan Erat dan tak akan melepaskannya Dari pandangan ku!" ucap Rara sembari tertawa." Kau masih menganggap nya seperti teman? Padahal kau sampai sekarang tetap menyembunyikan Identitas si penculik itu?" ucap Raiyen seketika membuat Rara terdiam." A.. aku.. Bu.. bukan nya." Ucap Gugup Rara tiba tiba terdengar suara Dari belakang pintu. "Pak Presiden Qin, Ini saya Sonnya.. Saya telah menyambutnya dan Kini Telah ada Di samping saya." ucap Sonnya." Silahkan Masuk." Ucap Raiyen berjalan Ke Arah Lilia yang kini sedang memasuki ruangan." Selamat Datang Nona Lilia apa perjalanan mu Baik?" ucap Raiyen yang menyambut Lilia dengan hangat Namun Rara tak bisa melihat wajah Lilia dengan jelas karena tertutup Tubuh Raiyen yang besar." Sangat Baik.. tapi bukan kah tempat ini sangat besar untuk kaki ku yang kecil?" ucap Lilia dengan senyum kesal nya." Susuara Ini! Tak mungkin kan?" Fikiran Rara yang tiba tiba melangkah mundur." Hehehe.. terimakasih atas pujiannya, Oh ya Perkenal kan Dia Artis Terbaik Ku Rara Ayundira Si Dewi Kebahagiaan." ucap Raiyen langsung membalikkan badan nya dan menunjukkan Rara Ayundira Yang kini berdiri Tak bergerak sedikitpun." Ah! Halo.. Aku Lilia LuzQiana CEO Makeup Luz yang Akan menseponsori Makeup mu Kali ini." Ucap berjalan ke Arah Rara sembari menjulurkan Tangan nya. Rara Ayundira: Tap.. Tap Duk!" Lilia! Ma.. mana mungkin? Gawat! Jika Ia sudah kembali.. Mungkin saja Ia sudah mengatakan semua nya! Sialan aku harus kabur!" Pikiran Rara berjalan mundur namun terpentok dengan kursi. Raiyen Qin: "Tidak Sopan! Bukan kah kau harus membalas uluran tangannya? Ah.. maaf mungkin Artis kami terkejut karena baru pertama kali bertemu dengan Kau, silahkan duduk dulu." Aku tau kau pasti kaget ini kejutan Untuk mu.. bersikap lah yang normal." Ucap nya berbisik di telinga Rara. "Ma.. maaf, Aku Rara Ayundira Terimakasih Atas kehadiran CEO Lilia, mohon bantuan nya." ucap gugup Rara langsung menyambut Uluran tangan Lilia." Haha.. Kami juga mohon bantuannya." ucap Lilia sembari tersenyum." Fikiran ku saja atau memang Ia seperti ini? Aku merasa Ia sangat kaget bertemu dengan ku dan saat bersalaman tadi.. tangan nya bergetar sangat Hebat! Tapi.. kenapa aku merasa sangat akrab padahal kan ini pertama kali nya aku bertemu dengan nya, Sungguh Aneh." Fikiran Lilia Sembari Melihat Rara Ayundira di Makeup.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN