28. Tabrakan Beruntun

1733 Kata
"Entah mengapa hati ku ingin sekali memberi nya semangat. melihat Raut wajah nya yang berubah menjadi sedih setelah membicarakan wanita itu hati ku sakit seperti teriris iris! Aku sendiri bingung dengan apa yang aku lakukan, entah ini benar atau salah tapi aku berdoa kau bisa merebut cinta nya kembali dan membuat nya mengingat mu." Pikiran Lilia. Raiyen Qin: "Hahaha.. sudah lah jangan terlalu serius begitu, kau memang suka sekali mengurusi urusan orang ya?" Ucap nya sembari tertawa kecil. Lilia LuzQiana: "Heh? Kan kau sendiri yang meminta di Kasih saran! Dasar tak tahu terimakasih! Sungguh sia sia aku memikirkan permasalahan mu!" Ujar nya yang terlihat kesal. "Kau sendiri yang menawarkan nya!" Ucap santai Raiyen." Heh? Kapan? Bukan kah kau sendiri yang meminta nya!." Ucap Lilia langsung mengelak." Kau berbicara seperti ini" Sekarang ada di mana wanita itu? Dan seperti apa dia? Eh.. maaf maksudku, aku hanya ingin tau agar aku bisa memberikan saran, tapi ya sudah lah Skip aja." Apa kau ingat? Atau mau pura pura lupa?" Ujar Raiyen menatap serius Lilia." Eee.. Hahha.. I.. itu sudah lah lupakan!" Ucap Lilia berjalan, ingin kembali ke tempat duduk nya. Grep! Taps.. suara Raiyen yang menarik Lilia sampai membuat nya duduk di Atas pahanya." Aah!.. A.. apa yang kau lakukan?" Ucap Lilia yang sangat terkejut." Kau bilang aku akan berusaha merebut cinta nya kembali dan mengembalikan ingatannya kan? Kalau gitu Restui Aku." Ucap Raiyen Sembari menunjuk heningnya dan menutup mata." A.. apa maksud nya? Masa sih dia ingin." Pikiran Lilia yang tiba tiba merasa tidak Enak." Kau menunggu apa? Cepat Restui aku dengan Bibir mu, disini." Ucap Raiyen membuka satu mata nya sembari menunjuk ke hening nya." Ta.. tapi bukan kah tempat itu untuk wanita yang kau cintai?" Ucap gugup Lilia." Seperti nya kau ingin mengatakan lebih baik di bibir saja ya! Baiklah aku menunggu nya." Ucap Raiyen menatap Lilia sembari menyeringai." Eh! Ti.. tidak! Aku akan melakukannya, Cup." Ucap panik Lilia dan tanpa Ia sadari Ia sudah mencium Raiyen. Raiyen Qin: Tersenyum." Kenapa masih disini? Ingin sekali duduk di paha ku ya? Jika itu mau mu, aku akan menuruttinya." Ucap nya kembali menggoda Lilia. Lilia LuzQiana: "E.. enggak! Huh.. siapa yang mau duduk di Atas mu!" Ucap kesal Lilia berdiri dan kembali ke tempat duduk nya. "Seperti nya kita tak perlu membahas soal bisnis." Ucap Raiyen." Jadi kau sengaja ya mengundang ku hanya untuk memberi saran Itu? Kau pikir aku Itu apa!" Ucap Lilia menatap tajam Raiyen." Yahhh.. jika kita membahas nya sekarang pasti akan selesai nya sampai Larut malam kan? Apa kau Ingin pulang jam 8 malam? Kudengar kau itu malas bekerja aku hanya memberi keringanan." Ujar Raiyen dengan nada sombong nya." Kata memberi keringanannya sungguh menyebal kan! Hmm.. tapi benar juga ini baru jam 5 jika aku sudah pulang sekarang aku bisa menghabiskan waktu ku dengan menonton vidio BTS! Ahayyyy!! Pikirannya dengan senyum Aneh nya." Ekhmmm.. kalau itu mau mu aku akan menurutinya." Ucap Lilia kembali dengan wajah santai nya namun hati ingin jungkir balik." Ck..ck dasar! Dia sama sekali tak bisa menyembunyikan perasaannya." Pikiran Raiyen." Drett.. drett suara Telephone Lilia berbunyi." Eh? Davit.. pas sekali, Halo Davit aku sudah selesai, bisa kah kau menjemputku?" Ucap Lilia menjawab Telephone dari Davit." Lilia Anu.. sepertinya aku tidak bisa, tiba tiba Aku ditelephone Ayah dan Ibu mu untuk menjemput nya dibandara." Ucap Davit." Ayah dan ibu pulang? Sekarang kau ada di mana? Ya sudah kau jemput saja." Ucap Lilia." Sedang di perjalanan 5 menit lagi akan sampai, mau aku pesankan Taxsi?"ujar Davit." Tak.. perlu kau jemput saja Ayah dan Ibu aku akan memesan Taxsi sendiri, setir lah yang benar.. aku mati kan yaa." Ucap Lilia dengan nada halus langsung mematikan teleponnya." Ck! Cih.. seperti melihat Seorang istri yang mengkhawatir kan Suami nya saja! Apa itu cara biara nya Alus sekali! Jika bicara dengan ku seperti Macam Garong!" Pikiran Raiyen." Dasar jahat! Kau tak Adil!" Perkataan yang tak sengaja keluar dari mulut Raiyen. Lilia LuzQiana: "Hmm.. Ya? Kau biacara apa tadi?" Ucap nya sekilas mendengar ucapan Raiyen Tadi. Raiyen Qin: "Hah?.. bukan Apa apa! Supir mu lagi sibuk ya? Kalau begitu biar ku antar." Ucap nya yang terdengar menghina. "Si.. siapa Supir ku? Maksud mu Davit!" Ucap Lilia sekejap kaget." Iya siapa lagi dia memang pantas jadi supir!" Ujar ketus Raiyen." Jaga ucapan mu! Dia bukan supir, dia itu Sekretaris ku!, dan aku tak akan membiarkan siapa pun menghina nya! Bahkan kau sekali pun." Ucap Lilia dengan wajah kesal nya." Lihat ini sifat dan bicara nya! Kau sendiri yang membuat ku makin membenci nya!" Pikiran kesal Raiyen." Ya.. seterah! Ayo biar ku antar, tenang saja aku tidak ada maksud lain. Kebetulan aku akan melewati rumah mu." Ujar Raiyen." Walau pun aku kesal! Tapi tak apa lah, lumayan Irit jadi tak perlu mengeluarkan Duit." Pikiran Lilia dengan identitas kekayaan nya namun denan pikiran Koret nya." Ya sudah! Ayo ini permintaan mu Loh ya." Ucap Lilia bergegas pergi dan Raiyen pun mengikuti nya. Breummm suara mobil yang berjalan Di jembatan Velivora. "Wahhh.. walaupun Aku sering melihat jembatan ini karena Rumah ku cukup dekat dan memang jembatan ini yang menjadi penghubung antar Wilayah A dan B wilayah B adalah tempat Tinggal ku Dan jembatan Ini kudengar sudah ada beribu tahun yang lalu kudengar banyak sepasang kekasih yang berdoa untuk hubungan mereka namun setelah terjadi nya kecelakaannya mobil Sepasang kekasih yang membuat mereka Meninggal di sini, semua orang berkata jembatan ini di kutuk! Tapi bukankah sayang Tempat secantik ini dan seindah ini dikatakan Terkutuk.. hanya karena Terjadi nya Kecelakaan sepasang kekasih itu." Pikiran Lilia yang hanya Fokus Melihat Ke indahan Jembatan Veliora." Terimakasih.."ujar Raiyen dengan tiba tiba." Eh? Kau bilang apa?" Ucap Lilia yang tak mendengar jelas ucapan Raiyen." Terimakasih! Apa kau tuli aku mengucap kan Terimakasih!" Ucap Raiyen yang sedikit nyolot namun Wajah nya sangat merona." E.. ee? Aku salah dengar kah? Dia baru saja bilang terimakasih! Orang seperti dia ternyata Bisa juga?" Pikiran Lilia dengan wajah tak percaya nya. Lilia LuzQiana: "U.. untuk apa? Kenapa Tiba tiba.." Ucap Lilia memandang Raiyen dengan wajah Penasaran nya. Raiyen Qin: "Karena kau Sudah Kembali, Eh! Maksud ku sudah memberikan Saran Itu." Ucap nya yang tak berani menatap wajah Lilia. " Ahh.. itu Hahahaha.. Kau Berterimakasih nya telat sekali, tapi tak apa.. sama sama" ucap Lilia dengan senyum lebar nya." Lalu bagaimana dengan kerja sama kita? Apa kau yakin dengan kontrak bisnis Selamanya itu? Bukan kah Itu tidak akan menguntung kan mu?" Ujar Lilia." Yakin.. kau tak perlu khawatir aku tak akan pernah menarik kata kata ku!" Ucap Raiyen dengan nada Santai nya. Ckrittttttt.. suara mobil Raiyen berhenti di depan Kediaman Luz." Oh Ya.. Makasih karena sudah Mempercayai Ku sebagai Rekan bisnis mu, dan makasih juga Telah mengantar ku." Ucap Lilia." Hehehe.. hari ini aku mendapat banyak Terimakasih ya!" Ujar Raiyen sembari tertawa kecil. Drett.. drett tiba tiba terdengar suara Dering dari Handphone Raiyen namun Raiyen terus mengabaikkan nya." Anu.. Telephone mu Bunyi terus, lebih baik Angkat saja dulu." Ucap Lilia." Hahaha.. aku akan mengangkat nya setelah kau masuk!" Ucap Raiyen." Kalau begitu, Sampai jumpa." Ucap Lilia berjalan masuk ke dalam Rumahnya. "Halo? Apa maksud Pesan mu tadi? Jelaskan dengan Rinci." Ucap Raiyen yang mengangkat telepon dari Lion karena mendapat pesan Dari Lion yang berisi." Raiyen, aku mendapat kabar bahwa Sutradara, Staf beserta Penulis Yang mengurusi pefileman Rara terkena Tabrakan Beruntun saat Menuju Ke suatu Cafe untuk berpesta dan seperti nya Kontrak nya Akan dibatalkan, Apa aku perlu menyiap kan Tiket pesawat untuk mendatangi Pemakaman besok?" Lion Ziling: "Seperti yang kukatakan tadi, Tapi untung saja Rara tidak jadi ikut karena Tiba tiba Kepalanya pusing jika Ia ikut mungkin Ia juga sudah tiada, oh ya dan sepertinya Rara akan kembali ke Shenyang besok setelah selesainya pemakaman, Jadi Apa kau ingin kesana?" Raiyen Qin: "Begitu ya.. kalau begitu siapkan Saja, kita akan langsung berangkat sekarang." Ucap nya langsung mematikan Teleponnya. "..? Dia bahkan tidak mengkhawatirkan Rara sedikit pun! Walau pun aku cemburu namun aku berharap Raiyen bisa memandang Rara walau hanya sedikit, aku ingin melihat Rara tersenyum yang sebenarnya bukan seperti itu." Pikiran Lion sembari melihat papan Foto Rara yang sedang mengiklan kan Produk kencantikkan dengan senyum Lebar di wajahnya. 3 jam yang Lalu. Pak Sutradara: "Halo Ini mungkin hari pertama kita bekerja kembali, setelah Muncul nya Pandemi yang melibur kan Dunia entah kita Harus bersyukur karena bisa istirahat apa Tidak bersyukur karena Liburnya terlalu lama, hehe.. tapi dengan di mulai nya lagi dan ini kerja Pertama kita setelah Libur yang seabad ini seharus nya kalian memiliki semangat kerja yang begitu besar kan." "Hahaha.. bapak bisa saja." Tentu saja kita sangat semangat!" Ya kita sangat semangat apa lagi pemeran Utama nya Rara Ayundira Kyaaaa.. enggak sabar melihat wajah nya yang seperti Dewi!" Ucap para Staf Yang sangat heboh. Tap.. tap.. tap suara langkah kaki Rara yang memasuki Ruangan itu. Pak sutradara: "Ah ini dia si Dewi Khayalan Kita semua, Selamat datang Rara." Ucap hangat pak sutradara sembari tersenyum. "Hahaha.. pak Mung jaemin bisa saja, Itu dia saya bawakan Minuman Silahkan Di nikmati sebagai tanda pengenalan." Ucap Rara yang membagikan Minuman Kepada Pak sutradra dan para Staf." Haha.. tak perlu seperti ini juga kami sudah kenal kok.. Terimakasih Ayoo Toss!" Ucap Para staf." Hahha.. aku ikut senang bila kalian senang, Hmm.. boleh kah aku meneraktir kalian? Ka.. kalau tidak mau tak apa." Ucap Rara." Traktir? Hahahah.. mana mungkin seseorang menolak untuk di traktir? Kita semua senang kok jika bisa di traktir Rara toh anggap saja kita merayakan Mulai nya Perfileman." Ucap Pak mung jaemin si Pak sutradara." Benarkah? Kalau begitu mari akan ku bawa kalian ke tempat yang mahal dan susah di jangkau! Hahahaha." Ucap Rara sembari terawa. 8 menit setelah nya dan para rombongan Staf dan Pak sutradara punberangkat menuju tempat Lokasi yang mereka mau kunjungi." Ahh.. Rara itu sangat baik ya, ternyata tidak hanya Rumor saja! Aku jadi makin cinta." Ucap staf Pria." Hei ngaca Dong! Pria gendut seperti mu jangan Mengkhayal si Dewi Rara!" Au nih! Inget Anak dan istri mu di rumah." Eh.. iya yaa.. Anak ku maafkan Ayah, Ayah oleng Tadi." Candaan Para staf yang sedang menuju ke lokasi. "Sayang sekali ya.. Rara Tidak bisa ikut karena tiba tiba kepalanya puyeng sampai mimisan semoga Cepat sembuh." Ucap Pak sutradara. 5 menit yang lalu." DOR!.. Hahha apa kaliam sudah siap? Wahh.. semangat sekali bagi aku semangat kalian dong Wkwkw.. tes! Curr.." Ucap Rara yang mengagetkan para staf namun tiba tiba darah keluar Dari hidungnya." Da.. darah!" Ucap Kaget para Staf Itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN