"Hahaha.. tak menyangka Ya? kita bisa bertemu kembali Nona Loveta." ucap ketus Nona Barlon mengingat saat kejadian di Bandara Taoxian." Benar kah? Kurasa ini baru pertama kali kita betemu." ujar ketus Loveta." Uhh! Sedih nya hati ku, ternyata Nona Loveta memiliki ingatan yang sangat buruk." ucap Barlon sengaja mengejek Loveta yang kini sendirian." Aih! Sifat nya berubah saat Davit pergi! Yaa.. memang si dari awal aku salah menunjukkan sifat lembut pada si bisa ular ini." Fikiran Rara hanya menatap Barlon." Kenapa tidak menjawab? Apa nona sudah mengingat? Saat Nona mempermalukan ku di depan banyak Orang?" ucap ketus Nona Barlon yang membuat para Tamu memandang ke arah mereka." Clang! Suara perpaduan gelas Loveta Dan Davit." Hehe.. aku hanya meninggal kannya sebentar namun sudah di ganggu Lalat kotor ini! Rupa nya.." ucap Davit tiba tiba di sela Loveta." Sepertinya Ingatan mu bermasalah Nona Barlon! Bukan kah kau sengaja mempermalukan ku saat itu, untuk mengubah Gosip yang beredar kalau kau sedang mengandung anak haram? Dan itu lah sebabnya kau bercerai dengan Tuan Jion! Seharus nya kau tau di mana tempat mu berada, kau hanyalah Rumput di antara para bunga! Rumput Liar yang bisa ku injak kapan pun aku mau!" ucap ketus Loveta." Dasar mulut ular! Kau sengaja menyelidiki ku diam diam! Apa pantas kau melakukan ini? Tak di sangka Keluarga Luz Cacat juga! Dasar buruk rupa!" teriakan Nona Barlon yang membuat seluruh pandangan Melihat nya. Plak..! Suara tamparan Loveta melayang ke wajah Nona Barlon." Berani berani nya kau mengatai Keluarga Ku Barlon! Sudah ku katakan aku bisa menginjak mu kapan pun aku mau! Seperti nya Bisnis mu yang kini Sedang melonjak memberimu keberanian yang sangat besar ya? Padahal kau melakukan itu karena dapat seponsor itu pun karena menjual diri! Entah berapa pria yang sudah bersama mu! Dasar w************n! Kau bingung kan? Aku bisa mengetahui Semua Rahasia mu!" Teriakan Loveta yang sangat menggelegar!" Dengarkan aku!.. Aku bisa membantai keluarga mu tanpa satu orang pun berani menyelidikinya! FBI A Legendaris! Aku lah Pemiliknya! Jadi ku harap Berhati hati lah Saat ingin mengganggu Bunga mawar yang berduri karna kau bisa saja terluka!" Bisikan Loveta di Telinga Nona Barlon yang kini Menggigil ketakutan dan tak bisa berkata Sedikit pun, puk.. puk.. puk. Suara Loveta menepuk nepuk Pundak Nona Barlon" Haha.. maaf jika kalian semua harus mendengar Rahasia Ini silahkan kembali menikmati Pesta yang sangat menyenangkan ini, ukh!.. Davit bisa kah kau berikan aku sapu tangan? Tangan ku Kotor dan berbau busuk! Ah terimakasih! Dan Ya.. kuharap kejadian Ini bisa membuat kalian mengerti betapa menakutkannya Keluarga Luz yang Terlihat Lembut!" Ucap ketus Loveta berjalan pergi sembari mengelap tangan nya.
Davit" Hahahaha.. Kau Seram sekali! Memang pantas jika kau pemilik FBI A Legendaris! Waahhh.. aku jadi takut Rahasia ku terbongkar juga! Eh.. ngomong ngomong di mana Lilia?" ucap nya sengaja mencair kan suasana.
Loveta" Aku tidak menyelidiki sembarangan orang tau! Agen ku juga memiliki peraturan! Jadi kau bisa tenang! Tapi beda jika kau mempunyai gerak gerik yang mencurigakan! Mmm.. benar juga kaka ku kemana?" ucap nya yang melihat Lilia tidak ada di tempat.
Toilet wanita yang kini terdengar suara Air keran yang sedang menyala.
Lilia" Huft! Kepala ku pusing sekali! Ini sebab nya aku tak suka minum Bir terlalu banyak jika saja orang itu tidak memaksa aku tak akan seperti ini!" Ucap nya yang mengingat 10 menit yang lalu.
"Nona Lilia mari Minum bersama ku kita Chris bersama!" Clang!... " Nona mari satu lagi!" Clang!.." Hahaha.. Tak menyangka Ya Nona Lilia sangat Sempurna bahkan Jago dalam Minum!" Clang!.. " Nona Mari aku tuang kan Lagi!" ucap Evan yang sengaja ingin membuat Lilia Mabuk." Taps! Suara Raiyen mengambil botol Alkohol itu dari tangan Evan." Bukan kah Sudah cukup? Hentikan Hal bodoh ini!" ucap Kesal Raiyen dengan tatapan mencengkramnya." Greb!.. "Hentikan? Kau yang hentikan! Aku masih ingin minum tau! Aku itu Ratu minum! Berhenti bersikap seperti Ibu ku! Ibu! Ibuu.."
ucap konyol Lilia yang kini sudah mabuk berat sembari mengambil Botol Alkohol itu dan meminum nya Tanpa Cangkir, Glek.. glek!.. Hah!! Nikmatnya.." Lihat sikap konyol nya ini, sudah lah yang penting aku akan mengawasi nya." ucap Raiyen terus menatap Evan Agar tidak bisa melakukan apa pun. 3 menit kemudian Lion datang dan membawa Raiyen pergi untuk menyambut Tamu penting dan Tak sengaja Lilia pergi ke Toilet karena ingin muntah Evan pun mengantar nya dan hanya mereka berdua yang ada di dalam Toilet, Saat itu Lah Lilia lepas dari pandangan Raiyen dan terbuka peluang bagi Evan.
Bruk! Hos.. hoss! Suara dengusan Lilia yang kini terjatuh di dalam Toilet." Panas! panas! Aku harus lepas kan ini." ucap Lilia yang kini melepas baju nya dan hanya memakai Baju dalam." Akhhh!.. bisa Gila aku! Lihat lah Tubuh nya.. Indah sekali seperti bunga sakura! Hah! Aku tak bisa melakukannya dia wanita yang baik dan polos entah apa yang membuat nya di benci Rara si iblis betina itu! Dengan dia yang sudah membuka baju nya sendiri aku bisa langsung memfoto ini dan berikan kepada nya!" ucap nya langsung memfoto itu dan memberikannya kepada Rara.
Rara" Dasar Bodoh.. jika seperti ini Aku yakin Raiyen akan membuang mu! Bagaimana pun wanita yang sudah di lecehkan. Raiyen tidak mungkin mau menyentuh nya!" Fikiran Rara sembari mengirim Foto itu Ke Raiyen dengan nomor yang tidak di kenal dan langsung menghancurkan Handphone itu.
Tring!" Suara Handphone Raiyen berbunyi." Wanita mu sedang b******a dengan Kekasih Gelap nya Di Toilet Dia terlihat sangat menikmatinya bukan." Isi pesan Itu beserta Foto Lilia yang Terlihat tidak memakai pakaian." b******k! Grrrrrrr!.. grrrrrrrr." Teriakan Raiyen Seketika membuat Yang lain Terdiam dan Berlari secepat kilat Lion Yang melihat itu pun langsung mengikuti Raiyen. Tap.. tap.. tap suara langkah lari Raiyen yang sangat bergema." Kak Raiyen? Jadi dia masih Mengkhawatirkan Lilia? Tak bisa! Aku harus mencegah nya!" Prang! Suara Pecahan Gelas yang membuat pergelangan tangan Rara terluka." Kak.. kak Raiyen Tolong aku! Tangan ku terluka! A.. aku takut!" ucap Rara menarik Jas Raiyen." Plak!.. lepaskan! SEJAK KAPAN AKU JADI PEMBANTU MU!" ucap Raiyen menepas Pegangan Rara dengan tatapan Sengit nya dan bergegas pergi ke Toilet Tap.. tap.. tap." Dasar Lilia jalang! Seharus nya aku langsung membuang mu saja kehutan dan menjadi santapan binatang buas!" ucap Kesal Rara sembari menggigit bibir nya." Ikut aku tangan mu terluka.. Lain kali jangan Melakukan yang membuat mu terluka! Aku benci melihatnya" ucap Lion langsung menarik Rara membawanya kesuatu tempat untuk mengobati Luka nya.
Ughhhh.. Mmmm.. suara Dengusan Lilia Yang kini terlihat kedinginan." Bisa nggak sih, nih cewe enggak bersuara! Aku sudah menahan Nafsu ku tau! Coba lah hargai perjuangan ku! Tak adil kau tau kelemahan ku Lilia! Jika seperti ini aku bisa saja menyukai mu Lilia." ucap Evan sembari melepaskan Jas nya dan memakaikannya ke tubuh Lilia. Brakk! Tiba tiba terdengar Suara pintu terbuka." LEPASKAN TANGAN MU DARI TUBUH NYA SETAN!" Ucap Raiyen yang kini terlihat sangat marah." Ra.. Raiyen! Kau salah! Paham I.. ini semua Bukan seperti yang kau lihat!" ucap Evan dengan nada gagap nya." Kau pikir aku buta? Tak di sangka Seekor Kotoran seperti mu menyentuh Wanita ku! Dasar b******k Enyahlah!" ucap Raiyen Menendang keras Evan sampai tersungkur." Matiii Kau!!" Teriakan Raiyen yang kini menarik kerah Evan dan ingin menonjok nya namun di Halangi Andreh." Jika kau membunuh nya sekarang aku jamin Kita tak akan menemukan pelaku nya." ucap Andreh Serontak membuat Raiyen menghentikan Pukulannya dan Memapah Lilia sembari menyelimuti tubuh nya dengan Jas yang Ia pakai." Introgasi Dia jika Ia tidak mau memberitahu Pelakunya Iris saja 1 persatu Tubuh nya! Agar Ia tau menyentuh wanita Raiyen Qin adalah suatu hal yang harus di hindari." ucap ketus Raiyen bergegas pergi." Kau dengar itu? Jadi lah anak baik saat kami bicara nanti mengerti! Dasar Pria ingusan Di giniin aja udah menggigil! Trus dapat dari mana keberanian mu menyentuh Calon Nyonya Qin kami Hah? Seret Dia!" ucap Andreh.
Raiyen" Kau sudah Siap kan Helicopter nya?" Ucap Raiyen menuju ke arah atap Gedung.
Andreh" Kau tidak menyuruh nya bagaimana Aku bisa mengetahui nya!" ucap Panik Nya.
"Harus nya kau ngotak bodoh! Terus bawa Dia Lewat mobil dalam keadaan yang masih Ramai di bawah? kau tidak lihat Ia saja melepas semua Ini!" ucap Raiyen seketika membuat Andreh melihat tubuh Lilia." Ahh! Benar juga pasti para pria di bawah akan melihat Tubuh nya." ucap Polos nya masih melihat tubuh Lilia walaupun sudah di tutupi Jas Raiyen." Jangan lihat lihat bodoh! Aku saja belum melihat nya! Colok juga nih!" ucap Raiyen yang terdengar cemburu langsung membelakangi Andreh." Apaaa.. si kan kau yang menyuruh melihat nya!" Saat seperti ini seharus nya Kalian tidak berantem! Aku sudah menyiap kan Helicopter, Dalam 2 detik akan sampai Kau Ke atap saja, aku masih ada Urusan." ucap Lion." Hahaha. Itu baru sahabat ku! Dan satu otak ku!" Ucap Raiyen bergegas pergi." Haha.. makasih ya Lion, kalau begitu aku pergi dulu." ujar Andreh ingin mengikuti Raiyen namun di hentikkan Lion." Cobalah peka Sedikit dasar bocah! Ayo pulang kita naik mobil saja!" ucap Lion sembari menyeret Andreh." Perlakuan mu sungguh menghina seseorang yang beridentitas kapten loh Argggggghh
.. Lion jahat!" Ocehan tak jelas nya masih di seret Lion.
Pak.. pak.. pakkk suara Baling baling Helicopter di Atas atap gedung dan bergegas pergi Ke kediaman Qin.
Pluk! Suara tubuh Lilia yang mendarat di atas kasur Sang Raiyen Qin." Akhh.. Boyok ku sakit! Nih orang makanya apa si! Beton? Mmmm.. sekarang gimana? Kan di rumah ini hanya kita berdua, Bibi pun pergi! Akhh.. mampus! Lalu siapa yang mengganti Baju nya? Masa aku? Arghh.. enggak deh Panggil Seseorang saja! Wanita! Tunggu.. misal nya wanita itu Lestbian? Enggak enggak! Lilia tidak boleh di sentuh siapapun lagi! Biar aku saja! Hmm.. maksud ku Bukan berarti m***m ini hanya.. apa sih t***l kok jadi ngomong sendiri! Akhhhhh.. gimana nih! Udah kaya soal Matematika aja!" ucap heboh Raiyen." Mmmmm.. Ibu dinginn." Ngigauwan Lilia." Di.. dingin! Huft, oke aku yang akan menggantikannya! Tapi ingat aku bukan ibu mu!" ucap Raiyen Yang kini terlihat semua wajah nya memerah.
Malam hari yang hanya di sinari Cahaya Rembulan dan terlihat Raiyen terduduk didepan jendela kamar nya menikmati Sebotol Bir hanya memakai Baju mandi.
"Apa Lilia akan baik baik saja besok saat Ia terbangun? Aku bisa menannyakan apa yang sakit besok! Dasar Evan b******k! Untung saja Ia tidak menyentuh nya! aku sungguh Penasaran siapa dalang di balik ini sudah pasti tujuan nya untuk membuat aku dan Lilia salah paham! Walaupun begitu jika Lilia Sudah di sentuh Beribu orang! Aku hanya Ingin diri nya bahkan jika Ia mati aku akan menjomblo seumur hidup! Tapi aku takkan biarkan laki laki manapun menyentuh wanita ku! Kau hanya untuk ku Lilia! Aku hidup untuk mu dan kau hidup untuk ku." Gumaman Raiyen menatap Lesu Lilia yang kini tertidur pulas di kasur dan di ikuti dengan pancaran sinar bulan yang menyinari wajah nya. Grokkkkk.. grokkkk.. tiba tiba terdengar suara Ngorok Lilia di masa masa Romantis." Aihh!.. Dasar kau ini! Yah.. walaupun begitu mungkin salah satu ini yang membuat aku tercantul oleh mu! Selamat malam.. cups!" ucap Raiyen mencium Hening Lilia dan Kembali ke Sofa untuk tidur.
5 menit kemudian Buhg! Buhg! Bugh! Tiba tiba terdengar suara benturan yang membuat Raiyen terbangun." Ee? Li.. Lilia? Itu kau?" ucap Raiyen yang melihat Lilia membentur benturkan Heningnya di Tembok dan tidak membalas perkataan Raiyen." A.. apa sih jangan begitu dong aku takut Nih!" ucap Raiyen tiba tiba merinding." Grooo.. tiba tiba Lilia memaling kan wajah nya dan menatap Raiyen dengan mata yang masih tertutup." Aaaaaaa! surupan surupan!" Teriakan Raiyen yang melihat wajah aneh Lilia." Hehehe.. aku ingin merasakan Pingsan itu gimana Ibu, jangan marahi aku ya? Bruk.. bruk!" ujar Lilia Kembali membentur hening nya." Hah!.. ngigau toh! Maaf aku akan kembalikan kau ketempat tidur lagi." ucap raiyen langsung memapah Lilia. 3 menit kemudian."
"Cup.. cup.. cup! Tiba tiba terdengar suara Ciuman yang membuat Raiyen terbangun sesaat Ia mencari ternayata Lilia sedang Terbaring di lantai dan menciumi lantai Itu namun saat Raiyen mencoba Mengangkat nya entah mengapa tangan Lilia nemplok di ubin seperti cicak." Ayoooo!! Kau haruss ke tempat tidur!" ucap Raiyen menarik Lilia." Lepaskan Ibu! Ini Adem! Lilia suka." Gumaman Lilia dan jelang 2 menit Lilia berhasil di Bopong." Akhhhhhh.. cape nyaaa kasurr! Aku ingin kasur!" ucap Raiyen baru saja ingin kembali ke Sofa nya namun." Nyam.. nyam.. nyam! Hehehe.. Ayam goreng! Aku ingin Ayam goreng! Ibuu berikan! satu! Satu! Satuuuu lagiii!!" teriakan Lilia sembari memakan jemari nya." A..? Apa!" 1 menit kemudian puk!.. puk! Ahhhh.. seharus nya dari tadi aja!" ucap santai Raiyen sehabis menyumpal mulut Lilia dengan Bantal." Ahhhhh.. Sofaa kuu Emuahh! Bruk!" ucap Lega Raiyen langsung mencium Sofa nya, Ett? Tidak semudah itu. Hiks.. Hikss.. tiba tiba terdengar Suara tangisan." !!! Lilia? Ke.. kenapa kau menangis? Maaf kan aku jika meyumpal mulut mu, ini.. ini sudah aku buka! Cilup Baaa!" ucap panik Raiyen langsung mengambil bantal itu." Pisau.. A.. aku takut! Jangan mendekat! Jangan! Hiks.. Hiks.." Gumaman Lilia Seketika membuat Raiyen terdiam.
Raiyen" Maaf.. Seharus nya aku menjaga mu saat Itu! Maaf.. maaf.. maaf Hiks!.. Hiks.. berhentilah menangis, aku tak bisa melihat mu menangis! Karena aku pasti akan sedih! Kumohon hentikan!" ucap Raiyen yang kini ikut menetes kan Air mata." Bagaimana pun juga aku harus mencari orang itu! Rara! Aku akan menanyakan nya."
Keesokan pagi Hari nya tepat di Ruang Makan Keluarga Qin.
Raiyen" Sekarang.. bisa kau pertanggung jawab kan Sikap mu semalam Dewi Berkarisma?" Ucap Raiyen yang kini menatap Serius Lilia yang terlihat Lesu.
Lilia" Mampus! Lagi lagi aku menunjukkan Kelemahan ku! Yang aneh nya aku nggak ingat apa pun! Arghhhh.. sial!" Fikiran Lilia Sembari mengerut kan bibir nya." Eh? I.. itu, bisa kah kau katakan aku berbuat apa semalam aku sungguh." ujar ragu ragu Lilia tiba tiba di sela Raiyen.
"Tak ingat? Alesan itu sering di pakai semua orang untuk menutupi Rasa malunya! Jangan membodohi ku!" ucap Tegas Raiyen." Mampus! Udah kaya ketawan bawa Handphone sama guru Bk Aja!.. Haha.. Gini loh aku memang tak ingat apa pun saat sesudah mabuk! Makanya itu aku tak pernah ikut Acara Debut palingan hanya datang lalu pulang.. A.. anu jika kau tak percaya tanya saja Davit! Dia yang sering membawa ku pulang saat aku sedang mabuk berat." ucap Lilia langsung menunjukkan Handphone nya Yang kini mendapat banyak pesan dan Telephone dari Davit.
"Tu.. tunggu! Dia bilang Davit yang sering membawa nya Ia pulang saat mabuk? Ja.. jadi Davit juga sering melihat Lilia Melepas baju nya! Dasar! Tak di sangka Ia mendahului aku! Tak bisa! Tak akan kubiarkan Ini!" fikiranp Raiyen yang terkejut mendengar Perkataan Polos Lilia.